KEDIRI, Tugujatim.id – Program Asistensi Mengajar (AM) yang dikemas dalam skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) untuk mengasah kompetensi sebagai calon pendidik profesional.
Selama 15 pekan, mulai 26 Agustus hingga 6 Desember 2024, mahasiswa UM menjalani kegiatan Asistensi Mengajar di SMKN 1 Kediri dan memperoleh beragam pengalaman berharga, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Baca Juga: Asistensi Mengajar, UM Hadirkan Edukasi Cyberbullying bagi Siswa SMAN 2 Kota Batu
Salah satu mahasiswa UM, Ahmad Naufal Effendi, mengungkapkan bahwa pengalaman perkuliahan yang diperoleh di bangku kuliah sangat membantu selama menjalani program di sekolah. Menurut dia, program Asistensi Mengajar tidak hanya memperkuat pemahaman teori, tetapi juga melatih kesiapan mahasiswa dalam menghadapi situasi nyata di kelas.
Manfaat yang dirasakan mahasiswa tidak hanya terbatas pada pengembangan soft skills, seperti kemampuan berkolaborasi dengan guru dan tenaga kependidikan, peningkatan kepercayaan diri saat berinteraksi dengan siswa, serta sikap kemandirian dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di sekolah.
Mahasiswa Identifikasi Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran
Program ini juga mendorong pengembangan hard skills, di antaranya keterampilan mengajar, manajemen kelas, perencanaan pembelajaran, hingga pemilihan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.

Selain itu, mahasiswa juga dilatih untuk melakukan refleksi diri dengan mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan selama proses pembelajaran berlangsung. Pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi penting dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif ke depannya.
Berbagai tantangan yang muncul di kelas, seperti kurangnya fokus siswa, penggunaan gawai saat pembelajaran, hingga rasa malu siswa untuk bertanya, dijadikan sebagai pembelajaran untuk mencari solusi yang tepat.
Baca Juga: Program Asistensi Mengajar, Potret Aktivitas Harian Mahasiswa UM di SMA Laboratorium Malang
Mahasiswa UM juga menyadari pentingnya pendekatan personal dalam pengelolaan kelas. Dengan memahami karakter masing-masing siswa, pendidik dapat menentukan strategi dan tindakan yang lebih tepat sasaran. Melalui kegiatan bimbingan belajar yang lebih intensif, siswa pun diberikan ruang yang lebih nyaman untuk menyampaikan pertanyaan maupun kesulitan dalam memahami materi.
Melalui Program Asistensi Mengajar ini, mahasiswa UM tidak hanya memperdalam pemahaman materi Biologi, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dalam mengelola dinamika kelas. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam membentuk pribadi yang lebih matang, reflektif, dan siap terjun ke dunia pendidikan sebagai pendidik profesional di masa mendatang. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








