• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pernikahan anak.

Proses pengosongan Kantor DP3AKB Jember sebabkan pelayanan mandek: mimpi Jember bebas pernikahan anak terancam pupus. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Gedung Kosong, Layanan Mandek: Mimpi Jember Bebas Pernikahan Anak Terancam Pupus

Dwi Linda by Dwi Linda
6 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Ambisi Pemkab Jember mewujudkan nol kasus pernikahan anak kini terkatung-katung akibat vakumnya pelayanan perlindungan perempuan dan anak pasca ditinggalkannya kantor DP3AKB Jember.

Menurut Fasilitator Daerah Pengarusutamaan Gender (Fasda PUG) Jember Saras Dumasari, keputusan mengosongkan kantor tanpa rencana jelas soal kelangsungan pelayanan dapat meruntuhkan fondasi pencegahan pernikahan anak yang telah dibangun selama ini.

You might also like

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

20/07/2026 9:04 PM
Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

20/07/2026 6:05 PM

Baca Juga: Jumlah Pernikahan di Tuban Menurun, Angka Pernikahan Dini Belum Ditekan

“Fenomena pernikahan anak bukan berdiri tunggal. Di belakangnya ada ancaman kekerasan, kehamilan pranikah, serta anak yang terpaksa meninggalkan bangku sekolah. Keseluruhan masalah ini memerlukan penanganan lewat sistem perlindungan yang memadai,” ungkap Saras pada Rabu (07/01/2026).

Pernikahan anak di Jember.
Fasilitator Daerah Pengarusutamaan Gender (Fasda PUG) Jember Saras Dumasari. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Menurut dia, program pemeriksaan awal dan bimbingan berkelanjutan memegang peranan vital dalam mengidentifikasi sejak dini berbagai kasus yang berisiko memicu pernikahan di bawah umur. Bila pelayanan ini mengalami hambatan, upaya pencegahan otomatis tidak berjalan optimal.

“Tanpa stabilitas layanan, cita-cita menghapus pernikahan anak cuma akan jadi jargon kosong di atas kertas,” kata Saras.

Simpang Siur Penanggung Jawab Perlindungan Perempuan dan Anak

Perempuan ini juga mempertanyakan kekosongan struktur operasional dan kepemimpinan setelah penggabungan organisasi perangkat daerah. Sampai sekarang, dia melanjutkan, masih simpang siur siapa pihak yang bertanggung jawab teknis menangani perlindungan perempuan dan anak.

“Kami masih menanti kejelasan soal siapa pemimpinnya, bagaimana mekanisme kerjanya, dan lewat cara apa layanan akan dioperasikan,” tuturnya.

Baca Juga: PKK Mojokerto Diminta Fokus Isu Pencegahan Pernikahan Dini

Kekhawatirannya, dalam formasi organisasi yang baru, persoalan perlindungan perempuan dan anak malah tenggelam dan tidak lagi mendapat perhatian khusus, sehingga terpinggirkan dari agenda prioritas pemerintah.

“Persoalannya bukan sekadar bangunan fisik. Ini menyangkut keberpihakan dalam mengambil kebijakan dan kesungguhan pemerintah menjaga masa depan generasi penerus,” tegasnya.

Aktivis yang sebelumnya memimpin Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) cabang Jember ini menekankan bahwa keseriusan memberantas pernikahan anak mesti diwujudkan lewat mekanisme pelayanan yang kokoh, terpadu, dan memiliki landasan kelembagaan yang pasti.

“Kehadiran negara harus nyata dan dapat dirasakan. Jangan cuma lewat angka target dan slogan-slogan, melainkan melalui layanan riil yang mudah dijangkau warga,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Bebas pernikahan anak di JemberBerita Kabupaten Jember hari iniJemberKabupaten Jember hari iniNol pernikahan anak di JemberPemkab Jember
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

by Dwi Linda
20/07/2026 5:18 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kelurahan Kalijudan, Surabaya, menggelar pertemuan bersama LPMK Kalijudan dan para pedagang kali lima (PKL) terkait kasus pungutan...

Jembatan Sonokembang.

Jembatan Sonokembang Kota Malang Mulai Dibuka, Truk Tronton Bakal Dilarang Melintas

by Dwi Linda
20/07/2026 5:01 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Jembatan Sonokembang di Kota Malang, Jatim, kini mulai dibuka untuk masyarakat meski proses pembangunannya masih menyisakan tahap...

Next Post
DPRD Jember.

Anggaran Perbaikan JSG Hilang, DPRD Jember Desak Pergeseran Dana Jelang Forprov 2026

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID