MOJOKERTO, Tugujatim.id – Pengecekan senjata api (senpi) dilakukan oleh pihak Lapas Kelas IIB Mojokerto. Pendataan yang dilakukan di gudang senjata ini digulirkan untuk memperkuat keamanan serta menjamin ketertiban administrasi simpan-rawat senpi.
Selain itu, pendataan ini juga menjadi langkah preventif untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi keterlibatan pegawai maupun napi dalam peredaran serta penyalahgunaan narkoba. Melalui pengelolaan senpi yang tertib, terdata, serta terkontrol, situasi keamanan dan ketertiban Lapas Kelas IIB Mojokerto diharapkan terjaga secara maksimal.
Baca Juga: Napi Lapas Mojokerto Nekat Suruh Istri Selundupkan Sabu Dikemas Dalam Kondom
Pemeriksaan ini menyasar kelengkapan administrasi senpi, meliputi surat izin kepemilikan, masa berlaku senjata, serta kecocokan data inventaris. Kondisi fisik senjata tidak luput diperiksa untuk menjamin kebersihan dan kelayakan senpi.
Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto Rudi Kristiawan menjelaskan, pemeriksaan ini menjadi komitmen pihak lapas untuk menjaga profesionalisme dan integritas pengamanan.
“Pendataan dan pengecekan (senpi) ini kami lakukan rutin untuk memastikan administrasi telah lengkap, senjata juga terawat, serta penggunaan (senpi) sesuai ketentuan,” urainya pada Jumat (09/01/2026).
Deteksi Dini Pegawai dan Napi Cegah Penyalahgunaan Narkoba
Selain pengecekan senpi, pihak Lapas Mojokerto juga melakukan tes urine untuk pegawai dan napi sebagai deteksi dini penyalahgunaan narkoba di lingkungan lapas.
Pelaksanaan tes urine tersebut bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi keterlibatan pegawai maupun narapidana dalam peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
Seluruh pegawai Lapas Mojokerto mengikuti tes urine ini. Bahkan, sejumlah warga binaan (napi) juga turut dicek untuk memastikan pengecekan ini dapat objektif dan transparan.
Baca Juga: Rayakan Natal 2025, Puluhan Napi Lapas Kelas I Malang Dapat “Kado” Remisi
Rudi menegaskan bahwa tes urine ini menjadi bagian pengawasan internal dan upaya pencegahan dini dari penyalahgunaan narkoba.
“Tes urine ini kami lakukan sebagai bentuk antisipasi dan deteksi dini agar tidak ada ruang sedikit pun untuk penyalahgunaan narkoba di lingkungan kami, baik oleh pegawai maupun warga binaan,” tegasnya.
Tes urine ini juga menjadi pengingat bagi seluruh pegawai untuk menjaga integritas dan profesionalitas saat menjalankan tugas. Rudi berharap, dari tes urine ini, budaya kerja yang bersih dan berintegritas terus terjaga.
“Bentuk dukungan kami untuk pencegahan dan pemberantasan narkoba, juga untuk mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang tertib, aman, dan berintegritas,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








