JEMBER, Tugujatim.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menargetkan seluruh desa dan kelurahan di Jember memiliki organisasi Desa Tangguh Bencana (Destana) di penghujung 2026.
Kepala BPBD Kabupaten Jember Edy Budi Susilo menjelaskan, dari 248 desa dan kelurahan di Jember saat ini, baru 124 atau sekitar 50 persen yang telah memiliki organisasi Destana.
Edy menargetkan, 124 desa dan kelurahan lainnya dapat segera membentuk organisasi serupa dan ditargetkan rampung pada 2026.
Baca Juga: Isra Mi’raj dan Long Weekend: BPBD Jember Siagakan Pengamanan di Tempat Wisata
“Destana kita dari 248 desa kelurahan, sekarang baru 50 persen, 124 yang sudah memiliki organisasi Destana. Sedangkan yang 124 saya targetkan tahun ini semoga bisa semuanya punya, minimal punya dulu,” ujar Edy pada Jumat (16/01/2026).
Setelah organisasi Destana terbentuk, BPBD Jember akan memberikan pelatihan kepada para anggota Destana, khususnya di daerah-daerah strategis yang rawan dilanda bencana. Bantuan peralatan juga akan diberikan untuk mendukung kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Proaktif Destana Respons Bencana
Menurut Edy, beberapa Destana yang telah ada sudah menunjukkan kinerja yang cukup proaktif saat terjadi bencana dengan respons yang cepat. Namun, ada pula yang belum optimal dalam menjalankan perannya.
“Ke depan di samping relawan juga kami optimalkan fungsi dari Destana. 248 desa harus punya semua sehingga mereka cepat sekali untuk mengantisipasi sekaligus memberikan penyelamatan awal bagi warga yang terdampak bencana,” jelasnya.
Baca Juga: Banjir Rutin Ampel, BPBD Jember Sebut Wuluhan Jadi Langganan Genangan Tahunan
Dia menekankan bahwa dalam mitigasi dan penanganan bencana, BPBD Jember tidak bekerja sendiri. Pihaknya melibatkan relawan-relawan. Setidaknya terdapat sekitar 70 organisasi relawan yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Jember.
“Dari 70 organisasi relawan itu, minggu ini akan kami kumpulkan, kami undang, kita ajak duduk bersama untuk kemudian mari saya ingin membangkitkan lagi jiwa kemanusiaannya untuk cepat. Ya, karena kuncinya adalah deteksi dini, lapor cepat, penanganan cepat,” kata Edy.
Sehingga, deteksi dini terjadinya bencana yang telah diprediksi dari hulu ke hilirnya dan cuaca yang terjadi, dapat dilakukan dengan cepat mengantisipasi sebagai upaya menekan korban jiwa dan harta benda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








