MOJOKERTO, Tugujatim.id – Sebuah lukisan ulama sepuh di Mojokerto, KH Asep Saifuddin Chalim menjadi koleksi pengusaha muda yang tidak mau disebutkan namanya. Usut punya usut, lukisan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Umah Mojokerto ini menjadi salah satu magnet dari pameran lukisan tunggal karya salah satu wartawan senior Mojokerto, Diak Eko.
Pameran tunggal lukisan ini dimulai sejak 17 Desember 2025 lalu di salah satu mal di Mojokerto. Total 31 lukisan dipamerkan, mulai potret Presiden Prabowo bersama kucing kesayangannya, lukisan Gus Dur, dalang sedang memainkan wayang, hingga potret tentang kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Vibes Terbaik Pameran Seni Rupa di Kota Mojokerto, Suguhkan Isu Sosial hingga Paparan Mikroplastik
Diak mengatakan, lukisan Kiai Asep dikoleksi salah satu pengusaha yang juga menjadi pengagum berat tokoh sepuh ini.
“Alhamdulillah detik-detik akhir menjelang penutupan pameran, lukisan KH Asep Saifuddin Chalim dikoleksi salah seorang pengusaha muda asal Mojokerto. Namun, beliau minta identitasnya dirahasiakan,” terang Diak Eko, Minggu (18/01/2026).
Lukisan Otodidak Beraliran Realisme
Diak menambahkan, ide pameran tunggal ini muncul dari ketidaksengajaan saat dia bertemu dengan Dirut JPRM Nurkholis yang ditemani oleh Arief Hiekmawan saat menghadiri undangan hajatan manten dari salah satu pelukis senior, Priyok Dinasti di Trowulan, Mojokerto.
“Setelah ngobrol sana sini akhirnya muncul ide menggelar pameran, kebetulan saat itu stok lukisan saya lumayan banyak dan sudah layak untuk menggelar pameran tunggal. Apalagi Mas Kholis sangat respons dan mendukung kegiatan tersebut,” urainya.
Diak mengaku, lukisan karyanya murni ototidak yang beraliran realisme. Selain itu, dia hobi melukis sejak kecil, meski sempat vakum selama 15 tahun karena menggeluti kesibukaan sebagai jurnalis TV.
Baca Juga: Persaingan Ketat, Pameran Kaligrafi MTQ Ke-31 Jatim Hasil Karya Peserta Terpilih
“Setelah saya renungi ternyata melukis itu sama dengan menulis sebuah berita. Karena kita dituntut mencari objek yang terbaik, angle terbaik serta momen yang pas. Hasil lukisan saya sebagian terinspirasi dari kondisi keseharian sebagai seorang wartawan,” ungkapnya.
Selama kembali aktif melukis selama hampir 2 tahun belakangan ini, tidak kurang dari 60 lukisan sudah Diak rampungkan. Sementara, sekira 30 lukisan sudah dikoleksi para kolektor, mulai teman seprofesi, anggota legislatif setempat, pejabat pemerintah, hingga pengusaha swasta.
“Mudah-mudahan dengan digelarnya event ini bisa menggeliatkan lagi dunia seni di Mojokerto. Dan mampu memberikan warna baru dari para seniman senior di daerah ini. Minimal bertambah satu pelukis lagi yang berprofesi sebagai jurnalis,” tutup Diak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








