TUBAN, Tugujatim.id – Penyelenggaraan ibadah haji di Kabupaten Tuban resmi beralih dari Kementerian Agama ke Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) sejak 14 Januari 2026. Meski terjadi perubahan kelembagaan, tahapan persiapan keberangkatan jemaah Tuban dipastikan tetap berjalan dan sejauh ini tidak mengalami kendala berarti.
Plt Kepala Kantor Kemenhaj dan Umrah Kabupaten Tuban Abdul Ghofur menyampaikan, kondisi persiapan haji jemaah Tuban saat ini hampir sama dengan kabupaten/kota lain di Jawa Timur. Seluruh tahapan masih menunggu proses pemberangkatan setelah pelunasan biaya haji selesai.
Baca Juga: Pelunasan Biaya Haji! Berikut Jumlah Calon Jemaah Haji Kabupaten Mojokerto Telah Lunas
“Untuk jemaah haji Kabupaten Tuban saat ini jumlahnya sekitar 1.699 orang. Sekarang kami tinggal menunggu proses pemberangkatan,” ujarnya.
Menurut Abdul Ghofur, pembagian kelompok terbang (kloter) untuk wilayah kerja (Wilker) Bojonegoro yang meliputi Kabupaten Tuban, Bojonegoro, dan Lamongan hingga kini masih bersifat per wilayah kerja. Penentuan kloter per kabupaten baru akan dilakukan setelah seluruh proses pelunasan biaya haji dinyatakan berakhir.
Pria yang juga menjabat kepala Kantor Kemenhaj dan Umrah Kabupaten Lamongan ini menjelaskan, pelunasan jemaah haji telah ditutup pada 9 Januari 2026. Dengan berakhirnya tahapan tersebut, saat ini proses berlanjut pada penyusunan kloter secara rinci.
“Alhamdulillah, pelunasan sudah berakhir. Sekarang masih dalam proses penyusunan kelompok terbang,” jelasnya.
Jemaah Berangkat dari Embarkasi Surabaya
Berdasarkan hasil pembagian sementara, Wilker Bojonegoro diprediksi masuk gelombang pertama, setelah Wilker Malang dan Wilker Madiun. Abdul Ghofur memperkirakan Wilker Bojonegoro akan menempati kloter 24 ke atas.
Wilker Bojonegoro sendiri diperkirakan akan terbagi hingga 10 kelompok terbang dengan rincian Lamongan sekitar lima kloter lebih, sedangkan Tuban juga sekitar lima kloter lebih. Untuk Kabupaten Tuban, keberangkatan diprediksi berada pada kloter awal gelombang pertama.
Seluruh jemaah haji asal Tuban akan diberangkatkan melalui Embarkasi Surabaya. Saat ini, proses pengajuan visa melalui biovisa telah selesai dilakukan, termasuk perekaman data biometrik jemaah.
“Rekaman biovisa sudah selesai semua. Insyaa Allah yang berhak berangkat mudah-mudahan sehat semuanya dan tidak ada penundaan saat pemberangkatan,” ujarnya.
Baca Juga: Baru 69 Persen Calon Jemaah Haji Kabupaten Mojokerto Lunasi Bipih
Abdul Ghofur juga memastikan bahwa seluruh jemaah yang masuk daftar keberangkatan telah memenuhi syarat istitaah kesehatan. Dia berharap tidak ada kendala hingga waktu keberangkatan yang diperkirakan berlangsung pada April 2026.
Menjelang keberangkatan, Kemenhaj Tuban mengimbau para jemaah untuk menjaga kesiapan fisik dan mental sekaligus memperkuat bekal pengetahuan ibadah haji.
Jemaah diminta mengikuti bimbingan manasik, baik melalui KBIHU maupun program manasik yang akan diselenggarakan Kementerian Haji dan Umrah di tingkat kecamatan hingga kabupaten.
“Kami imbau jemaah agar menjaga kesehatan dan mempersiapkan ilmu hajinya dengan baik supaya ibadah haji bisa dilaksanakan dengan lancar,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








