TUBAN, Tugujatim.id – Pesisir Pantai Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jatim, mendadak ramai setelah warga menemukan bangkai seekor ikan yang diduga anak lumba-lumba terdampar di bibir pantai.
Mamalia laut yang jarang dijumpai di laut utara Jawa itu ditemukan dalam kondisi mati, tubuhnya membusuk dengan bau menyengat yang tercium dari kejauhan.
Baca Juga: Pembantaian 1.400 Lebih Lumba-Lumba di Kepulauan Faroe
Anak lumba-lumba berukuran sekitar satu meter tersebut pertama kali terlihat pada Kamis (22/01/2026), sekitar pukul 16.30 WIB. Penemuan itu sontak mengundang perhatian warga sekitar yang berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk memastikan kebenaran kabar adanya anak lumba-lumba mati di pantai desa mereka.
Ketua RT 01 RW 07 Dusun Jembel, Desa Sugihwaras, Mukhlis, menuturkan, bangkai anak lumba-lumba tersebut awalnya ditemukan oleh dua anak yang sedang bermain di area pantai. Saat bermain, keduanya melihat sesuatu tergeletak di pasir pantai yang tampak tidak biasa.
“Awalnya ada dua anak yang main di pantai. Mereka melihat bangkai ikan, setelah didekati ternyata itu anak lumba-lumba,” kata Mukhlis, Jumat (23/01/2026).
Dugaan Ikan Mati 3 Harian
Menurut dia, kondisi fisik bangkai menunjukkan bahwa hewan laut tersebut telah mati beberapa hari sebelum akhirnya terdampar ke daratan. Bagian perut terlihat terburai, sementara aroma busuk yang menyengat menguatkan dugaan bahwa proses pembusukan sudah berlangsung cukup lama.
“Kalau dilihat dari kondisinya, diperkirakan sudah mati sekitar tiga hari,” ujarnya.
Mukhlis mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kematian anak lumba-lumba tersebut. Namun, dia menduga kuat bahwa hewan itu terdampar akibat kondisi gelombang laut yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir di wilayah perairan Tuban.
Baca Juga: Nikmati View Menakjubkan Pulau Komodo NTT, Langka Wisatawan Disambut Tarian Lumba-Lumba
Peristiwa terdamparnya hewan laut di Pantai Sugihwaras, Mukhlis melanjutkan, bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, warga juga pernah menemukan ikan berukuran besar terdampar di lokasi yang sama meski jenisnya berbeda.
“Dulu pernah ada ikan paus yang terdampar di sini, tapi kondisinya waktu itu masih hidup,” tuturnya.
Sayangnya, saat warga kembali mendatangi lokasi pada keesokanharinya, bangkai anak lumba-lumba tersebut sudah tidak berada di tempat. Diduga kuat, bangkai tersebut kembali terseret ombak laut dan terbawa ke tengah perairan.
“Kemungkinan bangkainya terbawa ombak lagi,” ungkap Mukhlis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








