SITUBONDO, Tugujatim.id – Pemkab Situbondo mengaktifkan fasilitas pelayanan medis darurat gratis bagi korban banjir yang melanda kawasan Besuki. Inisiatif di tengan banjir Situbondo ini diambil untuk menjamin akses kesehatan tetap tersedia bagi warga yang memerlukan pertolongan segera di masa tanggap darurat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo Dwi Herman Susilo menerangkan bahwa timnya telah memobilisasi petugas medis dari berbagai unit pelayanan kesehatan.
Baca Juga: Banjir Bandang Situbondo Lumpuhkan Sejumlah Infrastruktur, Kerugian Tembus Miliaran Rupiah
“Kami menggerakkan personel dari puskesmas yang lokasinya paling dekat. Dukungan tambahan juga kami hadirkan dari RSUD Besuki serta langsung dari kantor dinkes,” terang Dwi saat dikonfirmasi pada Jumat (23/01/2026).
Dwi menegaskan bahwa keberadaan fasilitas kesehatan lapangan ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam melayani masyarakat korban bencana. Prioritas utamanya adalah memastikan warga mendapatkan bantuan medis yang responsif dan akurat langsung di area terdampak.
Untuk penempatan lokasi fasilitas tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepala kecamatan.
“Kami akan berdiskusi dengan camat yang lebih memahami geografis wilayahnya. Penyesuaian akan dilakukan berdasarkan situasi riil, apakah menggunakan pos permanen atau kendaraan medis yang siaga di lokasi,” jelasnya.
Korban Didominasi Alami Gangguan Kesehatan Ringan
Dia juga menyampaikan, sasaran utama dari program ini adalah melayani semua warga terdampak secara optimal. Dari sisi operasional, penanganan akan dilaksanakan di pos lapangan bila memadai. Namun untuk kasus yang membutuhkan perawatan lebih intensif, pasien akan dialihkan ke puskesmas atau RS.
Data sementara menunjukkan keluhan kesehatan korban banjir Situbondo umumnya berupa gangguan kesehatan tingkat ringan.
“Kebanyakan cedera seperti tertusuk benda tajam, atau mengalami demam akibat kedinginan sepanjang malam,” paparnya.
Samsuri, 56, penduduk Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, adalah salah satu warga yang memanfaatkan pelayanan kesehatan lapangan ini. Kakinya tertusuk paku saat dia berusaha membendung air banjir agar tidak menggenangi rumahnya.
“Kemarin malam ketika hujan lebat, saya tidak menyadari menginjak paku karena gelap dan arus air cukup kencang. Ternyata ada paku menancap di telapak kaki,” tuturnya.
Pria tersebut menuturkan bahwa dirinya segera memperoleh penanganan dari tim medis di pos yang dikelola petugas dari puskesmas. Luka yang dialaminya dibersihkan dan dirawat tanpa perlu rujukan ke rumah sakit.
Baca Juga: Guru Sejarah di Situbondo Jalan Kaki 50 Km demi Janji, Ketika Cinta pada Warisan Budaya Terwujud
“Syukurlah, langsung diobati di pos oleh tim dari puskesmas. Semuanya tanpa biaya, tidak ada pungutan sama sekali,” ungkap Samsuri.
Dia mengapresiasi atas kehadiran pos kesehatan yang menurutnya sangat menolong warga dalam kondisi darurat banjir. Menurut dia, pelayanan yang responsif dan tanpa pungutan tersebut membuat korban banjir merasa lebih lega dan tertolong dalam menghadapi situasi pascabencana.
Pemerintah Kabupaten Situbondo berharap keberadaan pos kesehatan lapangan ini mampu mengantisipasi munculnya persoalan kesehatan yang lebih kompleks sekaligus mendukung proses pemulihan masyarakat di zona terdampak banjir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








