JEMBER, Tugujatim.id – Banjir bandang melanda Kabupaten Situbondo pada Rabu malam (21/01/2025). Akibat banjir bandang Situbondo, sejumlah infrastruktur lumpuh dan kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Setidaknya, lima kecamatan meliputi sembilan desa di Situbondo terdampak banjir. Tidak sekadar menggenangi ribuan hunian penduduk, namun menghancurkan berbagai prasarana publik dan infrastruktur vital.
Baca Juga: Guru Sejarah di Situbondo Jalan Kaki 50 Km demi Janji, Ketika Cinta pada Warisan Budaya Terwujud
Kepala Dinas PUPR Situbondo Abdul Kadir Jailani menerangkan bahwa bencana alam ini telah meluluhlantakkan beragam infrastruktur di beberapa kawasan, terutama wilayah Besuki, Jatibanteng, dan Mlandingan.
“Infrastruktur yang terdampak meliputi jembatan penyeberangan, jalur transportasi, hingga jembatan limpas,” ungkap Abdul Kadir Jailani, Kamis (22/01/2026).
Menurut dia, dahsyatnya banjir mengakibatkan terputusnya jembatan yang berada di Desa Jetis, wilayah Kecamatan Besuki. Sementara Jembatan Randu dilaporkan runtuh tersapu deras arus banjir.
Dua Jembatan Putus Akses 32 KK
Di samping itu, bencana banjir bandang Situbondo ini juga menyebabkan terputusnya dua jembatan limpas yang terletak di Desa Wringinanom, Kecamatan Jatibanteng, disertai kerusakan parah pada dua bagian sayap jembatan limpas.
“Dampak dari putusnya jembatan limpas tersebut membuat 32 KK terputus akses keluar masuk,” tuturnya.
Bukan hanya jembatan, ganasnya luapan air banjir bandang Situbondo turut mengikis jalur jalan raya. Di kawasan Dusun Tegal, Desa Wringin Anom, bagian badan jalan dilaporkan longsor akibat kikisan air.
“Ditotal ada empat lokasi badan jalan yang rusak,” singkatnya.
Abdul Kadir Jailani melanjutkan, berdasarkan perhitungan awal, jumlah kerugian dari kerusakan infrastruktur diestimasi melampaui angka Rp 5,2 miliar.
“Akan tetapi tim lapangan kami masih melakukan pendataan menyeluruh terhadap semua kerusakan infrastruktur,” tandasnya.
Informasi sebelumnya menyebutkan intensitas curah hujan ekstrem yang mengguyur Situbondo mulai Rabu sore sampai malam hari, 21 Januari 2026, memicu meluapnya beberapa aliran sungai dan ambruknya tanggul.
Baca Juga: Petani Milenial dan PKK Situbondo Jajaki Kolaborasi Ekonomi Hijau Berbasis Pekarangan
Meluapnya aliran Sungai Lubawang Besuki ditambah jebolnya tanggul sungai di area Kembangsambi, Pasir Putih, menyebabkan tergenangnya Jalan Raya Pantura Situbondo. Selain itu, genangan air sempat melumpuhkan total aktivitas transportasi jalur pantura Surabaya–Banyuwangi.
Selain merendam jalan utama, air banjir juga menggenangi kawasan pemukiman warga, khususnya di Desa Kalianget yang berada di Kecamatan Banyuglugur. Kondisi lalu lintas Pantura telah pulih kembali normal sejak hari Kamis, 22 Januari 2026.
Tragisnya, bencana banjir ini juga merenggut dua nyawa warga yang tewas akibat tersetrum arus listrik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








