• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Guru sejarah di Situbondo.

Guru sejarah di Situbondo tempuh jarak 50 kilometer demi janji setelah warisan budaya Pendapa Pate Alos di revitalisasi. (Foto: Istimewa)

Guru Sejarah di Situbondo Jalan Kaki 50 Km demi Janji, Ketika Cinta pada Warisan Budaya Terwujud

Dwi Linda by Dwi Linda
6 months ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Seorang pendidik mata pelajaran sejarah mewujudkan ikrar yang telah lama dia simpan dalam hati. Dengan tekad bulat, guru sejarah di Situbondo ini menempuh perjalanan sejauh 50 kilometer dengan berjalan kaki dari kampung halamannya di Seletreng, Kelurahan Kalianget, hingga mencapai pusat pemerintahan yakni Pendopo Rakyat Situbondo, sebuah perjalanan yang dilakukan sendirian sebagai pemenuhan janji spiritual.

Halil Budiarto, sang guru sejarah di Situbondo, ini telah lama menyimpan keresahan mendalam. Gedung peninggalan masa lalu yang dulunya menjadi jantung administrasi pemerintahan kini tampak terbengkalai, kehilangan kemegahannya sebagai saksi bisu perjalanan sejarah daerah.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

Baca Juga: Petani Milenial dan PKK Situbondo Jajaki Kolaborasi Ekonomi Hijau Berbasis Pekarangan

“Profesi saya mengajarkan sejarah kepada generasi muda. Ketika menyaksikan bangunan berbobot historis seperti itu terlantar, hati ini terasa pedih,” ungkap pria asal Kecamatan Banyuglugur, Rabu (14/01/2026).

Dalam kesunyian, dia mengucapkan janji, kelak bila ada pemangku kebijakan yang peduli memulihkan gedung Kawedanan Besuki, guru sejarah di Situbondo ini akan menempuh perjalanan jauh dengan berjalan kaki sebagai wujud syukur.

Ekspektasi itu akhirnya menemukan momentum. Di era kepemimpinan Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, kompleks bersejarah tersebut mendapat sentuhan pemugaran dan diberi identitas baru, Pendapa Pate Alos.

Bagi sang pendidik, inisiatif pemulihan ini melampaui makna pembangunan infrastruktur belaka. Menurut dia, ini adalah penghormatan terhadap jejak peradaban yang hampir terkubur arus modernisasi. Perjalanan panjang yang dia lakukan menjadi simbol apresiasi atas kepedulian terhadap aset budaya bangsa.

Perjalanan dimulai dari ujung paling barat Situbondo saat fajar menyingsing di hari Sabtu. Penghitungan awal menargetkan kedatangan dalam rentang 16 jam, namun hujan memaksa dia mencari perlindungan dan beristirahat di tengah jalan.

Setelah menghabiskan hampir sehari semalam, dengan kombinasi berjalan, rehat, dan tidur seadanya, dia akhirnya menginjakkan kaki di pendapa pada pagi Minggu.

“Esensinya bukan pada kecepatan, tetapi pada pelaksanaan komitmen yang telah saya buat,” katanya dengan nada sederhana.

Baca Juga: Situbondo Berpeluang Besar Jadi Lokasi Muktamar NU Ke-35, Kenangan 1984 Jadi Modal Utama

Meskipun beberapa pihak menawarkan untuk menemani, dia menampik dengan sopan. Menurut dia, janji spiritual adalah tanggung jawab individu yang harus dijalani tanpa bantuan orang lain.

“Ini perjanjian personal saya dengan diri sendiri, maka harus saya jalani secara mandiri,” tegasnya.

Visi yang dia harapkan tampak sederhana namun berdampak jangka panjang: transformasi Kawedanan Besuki menjadi pintu akses layanan publik yang lebih efisien bagi masyarakat zona barat Situbondo.

“Apabila berbagai urusan administrasi dapat diselesaikan di Besuki, warga tidak perlu menempuh jarak yang melelahkan menuju pusat kota. Dua keuntungan sekaligus, melestarikan warisan leluhur sambil menghadirkan kemudahan bagi rakyat,” pungkasnya penuh harapan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: berita situbondo hari iniGuru Situbondo jalan kakiSitubondoSitubondo hari iniWarisan sejarah di Situbondo
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
Solar Subsidi

Penyaluran Solar Subsidi Petani di Jember Tak Bisa Sembarangan, Ini Mekanisme Resminya

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID