MOJOKERTO, Tugujatim.id – Ancaman kelebihan beban alias overload mengintai Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA Karangdiyeng, Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jatim, bila tidak segera ditangani secara menyeluruh. Hal ini seturut dengan catatan sampah yang setiap hari sekira 90 ton yang masuk dalam TPA tersebut.
Keterangan yang dihimpun dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto menyebutkan bahwa pengelolaan sampah difokuskan pada proses optimalisasi dari sumber primer. Hal itu ditempuh untuk mengurangi potensi overload yang membayangi TPA Karangdiyeng.
Baca Juga: Tak Terkelola, 197 Ton Limbah Sampah TPA Pakusari Terdampak Krisis BBM di Jember
“Prinsip 3R yaitu reduce (kurangi), reuse (gunakan kembali), dan recycle (daur ulang) kami optimalkan untuk pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ujar Kepala DLH Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono, Senin (26/01/2026).
Upaya ini diharapkan mampu menekan tumpukan sampah secara maksimal. Terlebih beban sampah yang terdiri dari 60% organik dan sisanya anorganik terus meningkat dari sektor pasar, rumah tangga serta perusahaan di daerah ini.
Pengelolaan Sampah Dinilai Belum Maksimal
Sementara itu, pengelolaan sampah organik untuk dijadikan kompos di TPA Karangdiyeng ini dipandang belum maksimal sebab zona aktif dan mesin pencacah sampah masih terbatas. Walau perlengkapan lain seperti mesin buldozer telah diperbaiki, fokus utama masih diarahkan pada urusan hulu pengelolaan sampah.
“Ke depan, kami maksimalkan adanya TPS3R yang berada di tiap desa. Termasuk juga berkolaborasi dengan pihak lain, seperti pegiat lingkungan hidup,” tandas Rachmat.
Baca Juga: Hutan Bambu Keputih Surabaya, Eks TPA Disulap Jadi Taman Oase Berlatar Fotogenik
Sementara itu, sedikitnya terdapat 30 TPS3R sudah beroperasi, namun belum maksimal. Artinya, optimalisasi tempat tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan akan kapasitas pengolahan di TPA.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, TPA Karangdiyeng sendiri diperkirakan masih mampu menampung sampah untuk 2 hingga 3 tahun ke depan. Untuk itu, DLH berharap tercipta kolaborasi lintas sektor, seperti salah satu desa di Trawas yang sukses mengelola pemilahan sampah, serta menyumbang pendapatan sehingga dapat menjadi contoh di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








