BATU, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu berupaya naik kelas dengan mengembangkan sektor pertanian. Salah satunya Pemkot Batu menggandeng Shimonoseki City University, Jepang, untuk kerja sama dalam banyak hal di bidang pertanian.
Wali Kota Batu Nurochman menerima kunjungan delegasi Jepang dalam pertemuan Sinergi Inovasi Pertanian Kota Batu dan Shimonoseki City University pada Rabu (11/02/2026). Pertemuan ini upaya Pemkot Batu memperkuat kolaborasi internasional untuk mengembangkan sektor pertanian yang adaptif, terintegrasi, dan berorientasi pasar.
Baca Juga: Lagi! Aset Pemkot Batu Senilai Rp34 Miliar Lebih Diselamatkan Kejari
Wali Kota Nurochman mengatakan, kerja sama ini harus menghasilkan langkah konkret dan manfaat nyata bagi petani serta perekonomian daerah.
Dia menyampaikan, Pemkot Batu menerima tawaran kolaborasi tersebut secara terbuka. Dia berharap ada kejelasan kebutuhan lahan, sumber daya, serta skema pendanaan, termasuk peluang investasi dari pihak mitra.
“Kami sambut baik tawaran kerja sama ini. Namun, implementasinya harus jelas, terukur, dan dikerjakan bersama agar benar-benar berdampak bagi kesejahteraan petani dan kemajuan sektor pertanian Kota Batu,” ujar Nurochman.
Universitas di Jepang Komitmen Bantu Kembangkan Sektor Pertanian Kota Batu
Sementara itu, pihak universitas di Jepang dalam paparannya menyampaikan komitmen untuk membantu pengembangan sektor pertanian Kota Batu lewat tiga proyek utama. Di antaranya penyusunan Kajian Visi Pertanian 2050 hingga penguatan kelembagaan pertanian.
Mereka juga akan membantu mengembangkan budi daya salmon dan stroberi premium Jepang dengan pendekatan industrialisasi agroindustri berbasis pasar (marketing-driven) yang menyesuaikan target produksi berdasarkan data kunjungan wisatawan.
Baca Juga: Pemkot Batu Cairkan Bonus Rp3,38 M untuk Atlet Berprestasi di Porprov IX Jatim 2025
Menariknya secara finansial, target nilai pasar pada program tersebut hingga Rp300 miliar pada 2050 dengan kebutuhan investasi awal sekitar Rp13 miliar dalam tiga tahun pertama.
Implementasi program melalui 5 pilar COOSAE mencakup penjualan dan pembelian bersama, dukungan produksi berbasis data dan QR code “Batu Quality”, pengolahan bernilai tambah, serta kemitraan keuangan dan asuransi bagi petani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Ulul Azmy
Editor: Dwi Lindawati








