• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Buku Mata Air Keteladanan.

Para narasumber mengulas isi buku Mata Air Keteladanan di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri, Ganjaran, Selasa (10/02/2026). (Foto: dok RU 1)

Buku Mata Air Keteladanan Kenang Sosok Teladan Nyai Hj Mamnunah, Wali Allah dari Ganjaran

Dwi Linda by Dwi Linda
5 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Peluncuran buku Mata Air Keteladanan terbit untuk mengenang Hj Mamnunah Yahya, tokoh pesantren dan Wali Allah SWT dari Desa Ganjaran, Gondanglegi, Kabupaten Malang, pada Selasa (10/02/2026).

Peresmian buku digelar di Aula Hj Mamnunah yang berada di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri, Ganjaran. Peluncuran dilakukan tepat saat peringatan 100 hari wafatnya Hj Mamnunah Yahya ini menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali keteladanan sosok Nyai Hj Mamnunah bagi umat, khususnya di lingkungan pesantren dan masyarakat luas.

You might also like

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

20/07/2026 9:04 PM
Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

20/07/2026 6:05 PM

Irham Thoriq, CEO Tugu Media Group dan Kota Tua selaku penerbit, menandai prosesi launching dengan menyerahkan plakat desain cover buku kepada Pengasuh Utama Pesantren Raudlatul Ulum 1 KH Muchlis Yahya.

Baca Juga: Rinda Puspasari Ajak Selami Hidup dari Sudut Pandang Lebih Utuh Lewat 2 Buku Memoar dan Ikan Koi

Pasca peluncuran, KH Mukhlis Yahya menyampaikan taunjihat atau pengarahan. Dia menekankan kepada santri untuk bisa istiqamah dalam ibadah dan ikhlas.

Dia mengatakan, pendiri pesantren ini adalah suami dari Nyai Hj Mamnunah Yahya yakni KH Yahya Syabrowi adalah ahli ibadah yang luar biasa. Sifatnya itu lantas menular kepada sang istri.

Launching Buku Mata Air Keteladanan.
Irham Thoriq dari Tugu Media Group dan Kota Tua sebagai penerbit, menyerahkan secara simbolis desain cover kepada pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1, Ganjaran, Gondanglegi, Kabupaten Malang. (Foto: dok RU 1)

”Contohnya dalam salat Duha, Nyai Hj Mamnunah selalu melaksanakan dengan lengkap, yakni 12 rakaat setiap hari,” kata KH Mukhlis Yahya, salah satu putra dari pasangan KH Yahya Syabrawi-Nyai Hj Mamnunah Yahya.

Sementara itu, Rektor IAI Al-Qolam Dr Muhammad Adib sebagai narasumber dalam sesi bedah buku Mata Air Keteladanan memaparkan harapannya agar buku ini semakin menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap sosok Nyai Hj Mamnunah. Selain itu, dia mengatakan, sekaligus memahami nilai-nilai keteladanannya.

“Kita harus mencintai untuk bisa meneladani,” ujarnya.

Buku Penuh Sarat Pesan Spiritual dan Keteladanan

CEO Tugu Media Group Irham Thoriq sebagai narasumber kedua menegaskan buku Mata Air Keteladanan layak dibaca umat Islam Indonesia karena sarat pesan spiritual dan keteladanan.

“Kalau Jenengan ingin jadi wali Allah, baca dan praktikkan buku ini,” katanya.

Dia mengatakan, inspirasi menyusun buku ini datang dari aktivitas seorang temannya yang sering menyusun buku para gurunya yang sudah wafat. Irham lantas memiliki ide menyusun buku untuk Nyai Hj Mamnunah.

Buku Mata Air Keteladanan.
Buku “Mata Air Keteladanan” yang dinilai perlu dibaca umat Islam di Indonesia sebagai bukti nyata bahwa agama adalah tindakan sehari-hari bukan hanya diskusi. (Foto: dok Irham Thoriq)

Apalagi, wafatnya Nyai Hj Mamnunah sangat membuat sedih keluarga, santri, dan alumni lintas generasi dari pesantren RU 1 yang tahun ini berusia 77 tahun.

”Media kami memposting video wafatnya beliau, dan sampai saat ini sudah dilihat 1,1 juta orang,” katanya.

Selain sangat istiqamah dalam ibadah dan rajin silaturahim, dia mengatakan, ada banyak hal yang dibahas dalam buku ini. Apalagi, dia mengatakan, sosok nyai juga tidak pernah mengeluh. Bahkan, saat sakit pun, beliau masih bisa bersyukur karena masih diberi sakit oleh Allah.

WhatsApp Image 2026 02 12 at 09.49.53 1
Berdoa di tengah acara launching Buku Mata Air Keteladanan. (Foto: dok)

”Ada yang nulis, saat ada yang utang, beliau membiarkan ketika tidak bayar-bayar. Beliau bilang kalau yang utang itu takut pada Allah SWT, nanti akan dibayar,” katanya.

Sementara itu, narasumber ketiga Muhammad Mahrus menceritakan proses kreatif dan pengalamannya saat mengedit buku tersebut. Mulai dari penyusunan naskah hingga memastikan pesan keteladanan Nyai Hj Mamnunah tersampaikan dengan kuat kepada pembaca.

”Beliau menjadikan Islam sebagai tindakan sehari-hari yang nyata, bukan sebagai diskusi,” kata Mahrus.

Baca Juga: Kualitas Menurun, Penulis Buku Farid Gaban: Indonesia Perlu “Reset”, Bukan Sekadar “Restart”

Sedangkan Nyai Hj Muflihah Mukhlis sebagai menantu dari Nyai Hj Mamnunah menyampaikan tanggapan soal buku ini. Meski dia sudah menjadi salah satu penulis dari sekitar 33 penulis, Nyai Hj Muflihah mengatakan, banyak hal yang belum tersampaikan.

“Salah satunya beliau marah kalau ada yang membuang makanan, seperti saat saya membersihkan sayur kacang, lalu ada yang terbuang sedikit sekali, beliau marah, kamu bisa tah bikin ini, kalau tidak bisa jangan dibuang. Tidak membuang makanan ini adalah wujud syukur beliau atas rezeki yang diperoleh,” katanya.

Harapannya, peluncuran buku ini menjadi pintu masuk bagi generasi muda dan masyarakat luas untuk mengenal lebih dekat sosok Nyai Hj Mamnunah serta meneladani nilai-nilai kehidupan yang diwariskannya. Acara launching dan bedah buku ini memberi arti dan penuh kesan sehingga semakin banyak biografi kiai dan nyai khususnya dari RU 1 yang bisa ditulis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Irham Thoriq

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Malang hari iniBuku Mata Air Keteladanan diluncurkanHj Mamnunah Yahya adalahKabupaten Malang hari iniMalangPeluncuran Buku Mata Air Keteladanan
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

by Dwi Linda
20/07/2026 5:18 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kelurahan Kalijudan, Surabaya, menggelar pertemuan bersama LPMK Kalijudan dan para pedagang kali lima (PKL) terkait kasus pungutan...

Jembatan Sonokembang.

Jembatan Sonokembang Kota Malang Mulai Dibuka, Truk Tronton Bakal Dilarang Melintas

by Dwi Linda
20/07/2026 5:01 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Jembatan Sonokembang di Kota Malang, Jatim, kini mulai dibuka untuk masyarakat meski proses pembangunannya masih menyisakan tahap...

Next Post
Mudik Lebaran.

Kereta Inspeksi Periksa Jalur Rel KA di Jember Menjelang Mudik Lebaran 2026

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID