MOJOKERTO, Tugujatim.id – Suasana Ramadan begitu dinikmati para Muslim dari berbagai kalangan. Termasuk warga binaan dari Lapas Kelas IIB Mojokerto yang mengikuti Pondok Ramadan bersama dengan PCNU Kabupaten Mojokerto sebagai wujud pembinaan mental dan kerohanian.
Pesan penting yang disampaikan pada pondok Ramadan ini berkaitan dengan pentingnya meningkatkan amal ibadah selama bulan suci tersebut.
Tidak hanya sebagai bekal untuk kehidupan di akhirat kelak, momen Ramadan juga diharapkan menjadi sarana memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik.
Kalapas Mojokerto, Rudi Kristiawan, saat menyampaikan pesan pembuka menjelaskan bahwa momen Ramadan merupakan wadah untuk bersinergi bersama pihak lain untuk mendukung pembinaan spiritual di dalam lapas.
“Kami berkomitmen untuk memberikan pembinaan keagamaan yang berkelanjutan. Pondok Ramadan ini merupakan wadah bagi warga binaan untuk mendalami ilmu agama dan menyiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik begitu kembali lagi ke masyarakat,” urainya, Sabtu (21/02/2026).
Rudi meyakini bahwa setiap manusia mempunyai kesempatan untuk berubah. Untuk itu, bulan Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan ibadah, memperbaiki akhlak, serta mendekatkan diri dengan Allah SWT.
Ia juga berharap warga binaan yang mengikuti pondok Ramadan menjadikan kegiatan tersebut sebagai titik hijrah menuju hidup yang lebih bermakna.
“Amal dan perubahan diri merupakan bekal utama, tidak hanya untuk kehidupan di dunia, tetapi juga untuk akhirat nanti. Kami berharap kegiatan ini menyentuh hati serta membawa perubahan positif,” paparnya.
Sementara itu, salah satu warga binaan yakni berinisial JA mengaku bersyukur dapat mengikuti pondok Ramadan.
“Merasa lebih tenang dan lebih termotivasi lagi. Tadi ceramah yang saya ikuti mengingatkan bahwa masih ada kesempatan untuk saya agar memperbaiki diri,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








