BATU, Tugujatim.id – Wali Kota Batu Nurochman menerima sertifikat kesenian Tari Sanduk yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia dari Menteri Kebudayaan RI. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan sertifikat di Taman Krida Budaya, Kota Malang, Minggu sore (22/02/2026).
Sertifikat ini menandai Tari Sanduk Kota Batu jadi salah satu kekayaan budaya yang tumbuh, hidup, dan berkembang di tengah masyarakat. Penetapannya menjadi kado bagi seluruh pegiat seni Kota Batu setelah melalui proses panjang pengusulan selama hampir tujuh tahun hingga akhirnya disetujui Kementerian Kebudayaan RI sebagai WBTb Indonesia.
Baca Juga: Resmi! Tari Sanduk Kota Batu Jadi Warisan Budaya Tak Benda 2025
Wali Kota Nurochman mengaku bersyukur dan mengapresiasi dukungan seluruh elemen masyarakat yang telah berperan melestarikan seni dan budaya Kota Batu, khususnya pada Seni Tari Sanduk yang tidak terlepas dari perjuangan panjang para pelaku seni.
”Kami semua tahu bahwa Seni Sanduk itu tarian tradisional yang telah lama dilestarikan dan dibudayakan di berbagai wilayah di kota tercinta ini. Tarian ini diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi, menjadi bagian penting dalam ekspresi budaya masyarakat,” ujar Cak Nur, sapaan akrabnya.
Seni Sanduk menjadi kesenian WBTb Kota Batu ketiga setelah kesenian Bantengan dan Jaran Kepang yang sudah lebih dulu meraih WBTb.
Pemkot Bakal Regenerasi Pelaku Seni
Pemkot Batu lewat Dinas Pariwisata Kota Batu ke depannya akan terus membina dan meregenerasi pelaku seni, memperluas ruang-ruang ekspresi budaya, serta mengintegrasikan promosi Seni Sanduk dalam berbagai agenda pariwisata dan kebudayaan.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Kebudayaan mengumumkan penetapan ini pada 7 Oktober 2025. Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto membenarkan Seni Sanduk sudah terdaftar menjadi nominator sejak 7 tahun lalu.
Baca Juga: Hidupkan Lagi Seni-Budaya, Disparta Kota Batu Gelar Pagelaran Sendratari Arjuna Wiwana
Onny menambahkan, penetapan Tari Sanduk ini juga bersamaan dengan penetapan 45 WBTB lain di Jawa Timur dari Kementerian Kebudayaan. Dengan begitu, Kota Batu kini telah memiliki 3 WBTB, yaitu Bantengan, Jaranan, dan Tari Spanduk.
Onny menambahkan, Tari Sanduk menjadi ikon Kota Batu yang tidak tergantikan. Onny menjelaskan, kesenian ini lahir dari akulturasi panjang dan menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat Batu.
“Sanduk ini punya akar kuat dari kultur Madura, tapi berkembang dan bertransformasi menjadi jati diri Kota Batu. Hampir setiap acara di sini pasti ada pertunjukan Sanduk. Kami dari Pemerintah harus menjaga kelestarian ikon ini,” ujar Onny.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Ulul Azmy
Editor: Dwi Lindawati








