BATU, Tugujatim.id – Kementerian Kebudayaan resmi menetapkan kesenian Tari Sanduk Kota Batu, Jawa Timur, sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) pada 7 Oktober 2025. Kabar paling membanggakan bagi para seniman dan budayawan Kota Batu ini selama penantian 7 tahun.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto membenarkan kabar bahagia tersebut setelah pihaknya kali pertama mendaftarkannya 7 tahun lalu.
”Kami sudah merekomendasikan Tari Sanduk Kota Batu jadi WBTB sudah sejak 7 tahun lalu. Akhirnya harapan itu terwujud pada 2025,” kata Onny, Rabu (15/10/2025).
Baca Juga: Sandur Tuban Bakal Tampil di Panggung Museum Tantular, Angkat Budaya Jadi Daya Tarik Wisata
Onny menambahkan, penetapan Tarian Sanduk Kota Batu ini juga berbarengan dengan penetapan 45 WBTB lain di Jatim. Karena itu, Kota Batu kini telah memiliki 3 WBTB, yaitu Bantengan, Jaranan, dan Tari Spanduk.
”Pengumumannya 7 Oktober 2025, tapi tidak langsung diumumkan. Jadi, penetapan baru diketahui setelah pemberitaan muncul pada Jumat pagi,” ungkapnya.
Onny menambahkan, Tari Sanduk ikon budaya Kota Batu yang tidak tergantikan. Onny menjelaskan, kesenian ini lahir dari akulturasi panjang dan menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat Kota Batu.
“Sanduk ini punya akar kuat dari kultur Madura. Tapi, kesenian ini berkembang dan bertransformasi menjadi jati diri Kota Batu. Hampir setiap acara pasti ada pertunjukan Sanduk. Kami dari pemerintah harus menjaga kelestariannya,” ujar Onny.
Dia menegaskan, pihaknya komitmen menjadikan kesenian tradisi jadi daya tarik wisata budaya. Salah satunya menghadirkan berbagai pertunjukan rutin di Sendratari Arjuna Wiwaha, yang menjadi ruang pertunjukan megah dan kebanggaan baru Kota Batu.

“Kami siapkan Sendratari Arjuna Wiwaha sebagai ruang berekspresi para pelaku seni tradisi. Mereka butuh tempat representatif untuk tampil dan diapresiasi. Ini juga bagian dari strategi kami untuk mengembangkan destinasi wisata budaya,” terangnya.
Nama Arjuna Wiwaha, Onny mengatakan, tidak dipilih sembarangan. Selain terinspirasi dari Gunung Arjuna, dia mengatakan, nama itu juga diambil dari lakon pewayangan klasik yang sarat nilai perjuangan dan keutamaan.
“Kami ingin Batu punya ikon pentas budaya seperti Yogyakarta dengan Ramayananya, atau Bali dengan Tari Kecaknya. Di Batu, nanti akan ada Sendratari Arjuna Wiwaha,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Ulul Azmy
Editor: Dwi Lindawati








