MOJOKERTO, Tugujatim.id – Beragam situs bernilai sejarah tinggi di area cagar budaya kawasan Penanggungan Mojokerto didata ulang. Pemutakhiran data yang dilakukan oleh pihak Disbudporapar Kabupaten Mojokerto dan Provinsi Jawa Timur ini menyisir satu demi satu reruntuhan peradaban masa lalu di gunung tersebut.
Kabid Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Riedy Prastowo mengungkapkan, pendataan ulang peninggalan kebudayaan ini dikolaboratif oleh banyak pihak. Tujuan pemutakhiran situs di Penanggungan ini untuk memaksimalkan kecocokan dan kebaruan data cagar budaya.
’’Monitoring itu (di Penanggungan) dilakukan secara bertahap mulai Januari lalu,’’ ujarnya, Senin (23/02/2026).
Baca Juga: Atap Pelindung Situs Gemekan Mojokerto Ambruk, Pemda Diminta Peduli
Dari pendataan situs di Penanggungan tersebut, sudah 28 situs disisir. Mulai situs Candi Selokelir, Candi Kama, termasuk Candi Carik. Petugas yang melakukan pemutakhiran data ini melihat secara detail dari kondisi terbaru sisa peradaban era masa lalu. Kondisi terbaru terkait potensi kerusakan maupun kehilangan puing objek cagar budaya juga turut diperiksa.
“Tidak hanya didata, kami sekaligus mengawasi bila terdapat kerusakan atau keadaan darurat yang butuh penanganan cepat dari para ahli agar situs yang didata tetap terawat,’’ tandas Riedy.
Pemutakhiran data ini juga memegang peran penting. Terlebih sejumlah objek bersejarah ini berada di lereng gunung yang sering rawan terkena longsor. Meski demikian, Riedy mengatakan bahwa situs-situs yang berada di kawasan Penanggungan terbilang aman dari bencana.
’’Tim juga melakukan monitoring, perawatan serta pembersihan, ini juga dilakukan secara bertahap,’’ urainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








