PROBOLINGGO, Tugujatim.id — Mahasiswi Universitas Nurul Jadid (Unuja) Probolinggo menjalani Pengabdian Internasional 90 Hari di Malaysia.
Dua mahasiswi tersebut dinyatakan berhasil menembus program pengabdian internasional di Malaysia dan dipercaya menjadi pembina Pramuka selama 90 hari. Keberhasilan tersebut menandai langkah nyata kampus dalam mencetak generasi berdaya saing global.
Prestasi membanggakan ini ditorehkan mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Siti Muallifah dan Ismawati. Mereka resmi terpilih sebagai Pembina Gugus Depan (Gudep) Pramuka di Malaysia melalui program pengabdian luar negeri.
Keduanya akan menjalankan tugas selama 90 hari, terhitung sejak 9 April 2026. Program ini merupakan bagian dari skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diinisiasi kampus sebagai upaya memperluas jejaring internasional.
Sebagai salah satu kampus unggulan di Probolinggo, Universitas Nurul Jadid (UNUJA) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak mahasiswa berdaya saing global melalui berbagai program pengabdian luar neger, khususnya di bidang pendidikan dan kepramukaan.
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan agenda silaturahmi serta penguatan kapasitas pembina Pramuka yang digelar di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Kamis (16/4/2026). Momentum ini menjadi ajang penting dalam mempererat hubungan antarnegara melalui jalur pendidikan dan kegiatan kepemudaan.
Demisioner Racana Pramuka UNUJA, Kholil, menilai keterlibatan dua mahasiswi tersebut menjadi bukti bahwa kader Pramuka kampus mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat global.
“Program ini bukan hanya tentang pengabdian, tetapi juga menjadi ruang belajar yang luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas diri, mulai dari kepemimpinan, komunikasi, hingga kemampuan beradaptasi di lingkungan lintas budaya,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman internasional seperti ini sangat penting dalam membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan global dan kepedulian sosial yang tinggi.
Ia menambahkan, keikutsertaan mahasiswa UNUJA dalam program ini diharapkan mampu membawa dampak positif, baik bagi kampus maupun masyarakat luas.
“Kami berharap mereka dapat menjadi representasi mahasiswa UNUJA yang mampu membawa nama baik institusi, sekaligus memperkuat jejaring kerja sama internasional, khususnya di bidang pendidikan dan kepramukaan,” imbuhnya.
Program pengabdian luar negeri ini juga menjadi salah satu bentuk nyata implementasi MBKM dalam memberikan pengalaman belajar langsung di luar negeri. Selain menjalankan peran sebagai pembina Pramuka, para mahasiswa juga diharapkan dapat mengenalkan nilai-nilai budaya Indonesia serta memperluas jejaring global.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan peran aktif mahasiswa UNUJA dalam berkontribusi di tingkat internasional, sekaligus memperkuat hubungan antara Indonesia dan Malaysia melalui kolaborasi pendidikan dan kegiatan kepemudaan.
Keikutsertaan dua mahasiswi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi kampus, tetapi juga mencerminkan semakin luasnya peran generasi muda Indonesia di kancah internasional.
Melalui program ini, Universitas Nurul Jadid kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang adaptif, berdaya saing global, serta mampu membawa nilai-nilai positif bangsa di berbagai belahan dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Umi kulsum
Editor: Darmadi Sasongko








