SIDOARJO, Tugujatim.id – Kegiatan komunitas balap merpati di Kabupaten Sidoarjo kini tidak lagi dipandang hanya sekedar hobi, melainkan telah berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo pun mendorong penguatan kegiatan tersebut sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kerakyatan dan potensi wisata daerah.
Bupati Sidoarjo H. Subandi menyampaikannya saat membuka lomba Selekda & Liga Jatim Bersatu (LJB) di Area PPLS Dusun Pologunting, Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, Jumat (01/05/2026).
Baca Juga: Kado May Day 2026, Pemkab Sidoarjo Beri Anak Buruh Kuota Afirmasi 5 Persen Belajar di SDN-SMPN
Dia menegaskan, kegiatan seperti komunitas balap merpati ini memiliki dampak ekonomi yang nyata, terutama bagi peternak dan pelaku UMKM di sekitar lokasi kegiatan.
“Ini bukan sekedar hobi, tapi sudah menjadi penggerak ekonomi kerakyatan,” ujar Subandi.
Menurut dia, setiap penyelenggaraan event balap merpati mampu menghadirkan perputaran ekonomi baru. Mulai dari sektor kuliner, perdagangan kecil, hingga jasa penunjang kegiatan, semuanya ikut merasakan dampak positif.
Karena itu, Pemkab Sidoarjo berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Subandi juga mengungkapkan rencana pemerintah daerah untuk mendorong penyelenggaraan event balap merpati berskala nasional pada 2026.
Langkah ini diharapkan dapat memperluas dampak ekonomi sekaligus memperkenalkan Sidoarjo sebagai pusat kegiatan komunitas merpati di tingkat nasional.
“Agenda ini penting. Kami siapkan kegiatan berskala nasional agar dampaknya lebih luas,” katanya.
Bupati Tegaskan Tak Ada Praktik Perjudian
Meski demikian, Subandi menekankan pentingnya menjaga ketertiban dalam setiap pelaksanaan kegiatan. Dengan tegas mengingatkan agar tidak ada praktik perjudian dalam ajang balap merpati tersebut.
“Tidak boleh ada judi. Izin akan kami permudah, tapi harus tetap kondusif,” tegasnya.
Sementara itu, dampak ekonomi kegiatan ini juga dirasakan langsung oleh warga sekitar yang berjualan di lokasi acara. Sulastri, 45, pelaku UMKM kuliner sekaligus warga Dusun Pologunting, yang berjualan bakso tetelan, mengaku pendapatannya meningkat saat event berlangsung.
“Kalau tidak ada event, biasanya sekitar Rp300 ribu per hari. Tapi kalau ada lomba seperti ini bisa naik sampai sekitar Rp550 ribu per hari. Alhamdulillah sangat membantu,” tuturnya.
Sementara itu, peserta lomba asal Pasuruan, Ahmad Fauzi, 32, mengaku ajang Selekda dan Liga Jatim Bersatu memiliki daya tarik tinggi. Dia mengatakan mengikuti lomba tersebut karena tertarik dengan banyaknya peserta dari berbagai daerah serta besarnya hadiah yang diperebutkan.
“Event balap sprint merpati di Sidoarjo ini bagus, pesertanya banyak dan hadiahnya juga menarik,” katanya.
Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah TPS3R: Fokus Pembenahan dan Sinergi Semua Pihak
Ketua Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint Indonesia (PPMBSI) Penglok Sidoarjo H. Sutoyo Handiman, juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah. Dia menyebut kegiatan ini diikuti sekitar 1.500 peserta dari berbagai daerah, tidak hanya dari Jawa Timur, tetapi juga dari luar provinsi seperti Medan, Sumatra Utara.
Menurut dia, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat komunitas dan menggerakkan ekonomi lokal.
“Harapan kami, kegiatan ini bisa terus berkembang, semakin tertib, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Fauzan
Editor: Dwi Lindawati








