SURABAYA, Tugujatim.id – Tim SAR gabungan kini intensif mencari satu anak buah kapal (ABK) yang masih hilang dalam insiden tenggelamnya perahu nelayan bermuatan besi tua di perairan depan PLTU Gresik, Jawa Timur. Pencarian ABK di Gresik ini akan dilanjutkan pada Selasa (05/05/2026).
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Sabtu malam (02/05/2026), sekitar pukul 21.00 WIB, saat sebuah perahu nelayan yang mengangkut sekitar tiga ton besi tua dilaporkan tenggelam setelah kemasukan air diduga akibat gelombang dari kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian.
Baca Juga: Olah TKP Perahu Nelayan Pasuruan Terbakar, Polisi Temukan Bom Molotov
Dari total lima orang di dalam perahu, dua di antaranya berhasil selamat, yakni Yusuf, 45, warga Manukan Rejo, Surabaya; dan Abdul Halim, 31, warga Gresik. Keduanya diselamatkan oleh kapal yang melintas tidak lama setelah kejadian.
Sementara itu, dua korban lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sukir, 42, warga Asemrowo, Surabaya, ditemukan pada hari kejadian dalam kondisi mengapung sambil memegang pelampung. Korban kedua, Halimi, 32, ditemukan pada Senin pagi (04/05/2026) sekitar 1,3 mil laut dari lokasi kejadian.
Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit selaku SAR Mission Coordinator (SMC), mengatakan, pencarian ABK di Gresik ini masih difokuskan pada satu korban terakhir yang belum ditemukan, yakni Ajib, 55.
“Korban ditemukan sekitar 1,3 mil laut dari lokasi kejadian dan langsung dievakuasi menuju RSUD Ibnu Sina Gresik untuk penanganan lebih lanjut. Saat ini tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap satu korban lainnya,” kata Nanang.
Dia menambahkan, operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kantor SAR Surabaya, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Gresik, Ditpolairud Polda Jatim, Satpolairud Polres Gresik, hingga relawan dan nelayan setempat.
Korban yang Dievakuasi Diserahkan ke Pihak Keluarga
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution membenarkan kejadian tersebut dan memastikan seluruh korban yang telah ditemukan telah dievakuasi serta diserahkan kepada pihak keluarga.
“Iya benar, seluruh korban yang ditemukan sudah kami evakuasi. Untuk korban meninggal dunia langsung dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik dan saat ini sudah diserahkan ke pihak keluarga,” ujar AKBP Ramadhan.
Dia menegaskan, polisi terus koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait guna mempercepat proses pencarian korban yang masih hilang.
“Kami terus koordinasi dengan stakeholder terkait dalam proses pencarian dua korban yang sebelumnya belum ditemukan, dan saat ini tersisa satu korban yang masih dalam pencarian,” tambahnya.
Sedangkan Kasat Polairud Polres Gresik AKP I Nyoman Ardita menjelaskan, penemuan korban Halimi bermula dari laporan nelayan yang melihat jasad mengapung di sekitar dermaga Wilmar.
Baca Juga: Cekcok Antar Nelayan di Pasuruan Sempat Terjadi Pembakaran Sejumlah Perahu
“Petugas yang mendapatkan laporan langsung mendatangi lokasi menggunakan kapal patroli Satpolairud dan Ditpolairud Polda Jatim. Setelah dicek identitasnya, dipastikan bahwa jasad tersebut merupakan salah satu korban yang sebelumnya dilaporkan hilang,” jelas AKP Nyoman.
Menurut dia, jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk diperiksa lebih lanjut. Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih menyisir di sekitar lokasi kejadian dengan memperluas area pencarian, termasuk memanfaatkan informasi dari nelayan setempat. Upaya ini dilakukan untuk segera menemukan korban terakhir dan menuntaskan operasi pencarian.
Operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan arus laut di sekitar perairan Gresik yang menjadi salah satu faktor penentu dalam efektivitas pencarian korban di laut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : M. Khaesar
Editor: Dwi Lindawati








