PROBOLINGGO, Tugujatim.id – Kecelakaan lalu lintas maut melibatkan dua truk terjadi di jalur selatan Probolinggo-Lumajang, tepatnya di Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Jumat dini hari (26/06/2026). Akibat kecelakaan maut di Jalur Probolinggo-Lumajang, seorang sopir tewas di lokasi kejadian. Sementara dua korban lain luka berat dan harus dirawat intensif di rumah sakit.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Benturan keras antara kedua kendaraan sempat membuat arus lalu lintas di lokasi tersendat karena badan truk menutup sebagian ruas jalan.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Jalur Pantura Paiton Probolinggo, Pasutri Asal Situbondo Tewas Terlindas Truk
Kronologi Truk Masuk Jalur Berlawanan
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, kecelakaan bermula saat truk bermuatan jagung bernomor polisi H 9157 ME melaju dari arah Lumajang menuju Probolinggo.
Sejumlah saksi menyebut kendaraan tersebut melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Saat memasuki lokasi kejadian, truk diduga kehilangan kendali hingga oleng ke kanan dan masuk ke jalur berlawanan.
Pada saat bersamaan, dari arah Probolinggo menuju Lumajang melintas sebuah truk tanpa muatan bernomor polisi N 8366 UG. Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan frontal pun tidak dapat dihindari.
Benturan keras membuat bagian depan kedua truk ringsek parah. Muatan jagung juga berserakan di sekitar lokasi kecelakaan sehingga mengganggu arus lalu lintas.
Akibat kecelakaan maut di Jalur Probolinggo-Lumajang tersebut, sopir truk pengangkut jagung bernama Muhammad Zulfa, 19, warga Desa Klampok, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, meninggal dunia di lokasi akibat mengalami luka berat.
Sementara kernet truk jagung, Rendi Setiawan, 18, yang juga berasal dari Kecamatan Godong, mengalami luka serius dan langsung dievakuasi ke Instalasi Gawat Darurat RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo.
Di sisi lain, sopir truk tanpa muatan, Muhamad Rizal, warga Desa Watestani, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, juga mengalami luka berat dan kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Wonolangan, Kecamatan Dringu.
Salah seorang warga sekitar, Agus, mengaku terkejut mendengar suara benturan keras yang berasal dari jalan raya di depan rumahnya.
“Saya di dalam rumah, terus ada suara benturan keras. Setelah saya keluar, kondisinya sudah seperti ini. Ada dua truk yang kecelakaan. Ada korban tewas satu di tempat dan satu lagi kernet truk jagung dalam kondisi kritis,” ujarnya.
Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan
Petugas Satlantas Polres Probolinggo yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi korban, serta mengatur arus lalu lintas.
Jenazah korban meninggal dunia kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo untuk keperluan visum. Sementara dua korban luka segera mendapat penanganan medis di rumah sakit.
Selama proses evakuasi kendaraan, arus lalu lintas di jalur selatan Probolinggo-Lumajang sempat mengalami kemacetan cukup panjang. Polisi memberlakukan sistem buka tutup jalan agar proses evakuasi berjalan lancar dan tidak membahayakan pengguna jalan lainnya.
Baca Juga: Lukai Diri Sendiri, Perawat RS di Probolinggo Rekayasa Dibegal demi Tutupi Jual Motor sang Ayah
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan petugas. Polisi juga mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan, menjaga kecepatan kendaraan, serta memastikan kondisi tetap prima saat berkendara, terutama ketika melintas di jalur antar kabupaten yang sering dilalui kendaraan bertonase besar.
Jalur Probolinggo-Lumajang merupakan salah satu akses utama yang setiap hari dilintasi kendaraan logistik maupun angkutan barang antardaerah. Kepadatan arus lalu lintas, terutama pada malam hingga dini hari, membuat pengendara diminta lebih berhati-hati serta mengurangi kecepatan saat melintas di jalur tersebut.
Polisi juga mengimbau para pengemudi kendaraan bertonase besar untuk memastikan kondisi fisik tetap prima sebelum berkendara. Selain mematuhi batas kecepatan, pengemudi diharapkan beristirahat apabila merasa lelah agar risiko kecelakaan lalu lintas dapat diminimalkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writter: Umi Kulsum
Editor: Dwi Lindawati








