PASURUAN, Tugujatim.id – Polres Pasuruan Kota tetap mengusut tuntas insiden pembakaran perahu nelayan di Pelabuhan Kota Pasuruan yang berawal dari konflik antar nelayan. Terbaru, polisi menemukan bom molotov saat olah tempat kejadian perkara (TKP) perahu nelayan Pasuruan terbakar pada Sabtu siang (07/02/2026).
Inafis Polres Pasuruan Kota bersama tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim menyisir wilayah perahu yang terbakar di Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Proses olah TKP perahu nelayan Pasuruan terbakar dilaksanakan secara menyeluruh dengan cara memeriksa setiap objek.
Baca Juga: Cekcok Antar Nelayan di Pasuruan Sempat Terjadi Pembakaran Sejumlah Perahu
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya botol yang diduga berisi bahan bakar bensin, potongan spons, hingga kayu yang hangus terbakar. Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi memastikan adanya unsur kesengajaan dalam insiden pembakaran perahu nelayan Pasuruan tersebut.
Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Decky Tjahyono Tri Yoga mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dan olah TKP menguatkan dugaan pemakaian bom molotov.
“Kami sudah mengembalikan barang bukti yang kemarin kami amankan. Setelah diidentifikasi dan diperiksa oleh tim Labfor Polda Jawa Timur, diketahui bahwa perahu-perahu tersebut terbakar akibat lemparan bom molotov,” ujar Decky pada Sabtu (07/02/2026).
Polisi Tetap Berjaga meski Nelayan Sepakat Damai
Olah TKP ini adalah tindak lanjut dari proses penyelidikan polisi meskipun konflik antar nelayan di Kabupaten dan Kota Pasuruan sebelumnya sudah bersepakat diakhiri dengan damai. Polisi menegaskan proses hukum tetap berjalan untuk mengungkap rangkaian insiden peristiwa secara utuh.
“Untuk melengkapi serangkaian penyelidikan. Namun semuanya telah bersepakat damai,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, Polres Pasuruan Kota sudah menjadwalkan olah TKP bersama tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur pada Sabtu (07/02/2026). Langkah ini dilaksanakan guna memperdalam penyebab awal konflik antar nelayan yang terjadi pada Rabu (04/02/2026).
Baca Juga: Cari Kepiting, Nelayan Pasuruan Tewas Tersambar Petir di Perairan Sidoarjo
Konflik itu melibatkan dua kelompok nelayan, yaitu nelayan Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan; dengan nelayan Dusun Kisik, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Konflik berawal dari cekcok di perairan Katingan, Kabupaten Sidoarjo, sebelum akhirnya merembet hingga ke wilayah Pelabuhan Kota Pasuruan.
Insiden itu mengakibatkan 11 perahu nelayan Pasuruan terbakar dan dua orang mengalami luka bacok. Walaupun sudah sepakat damai lewat musyawarah di Polres Pasuruan Kota, Kamis malam (05/02/2026), aparat kepolisian masih berjaga di sekitar pelabuhan Kota Pasuruan untuk menjaga kondusivitas wilayah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Laoh Mahfud
Editor: Dwi Lindawati








