JOMBANG, Tugujatim.id – Kontroversi menyelimuti proses perekrutan karyawan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Jombang. Pasalnya, nama-nama karyawan KDMP Jombang diduga sudah beredar luas meskipun pemerintah desa mengaku belum membuka lowongan.
“Pemerintahan desa tidak tahu dasar perekrutannya dari mana, terus yang merekrut itu siapa, itu kami juga tidak tahu,” ucap Kepala Desa (Kades) Tebel Kecamatan Bareng Khoiman pada Rabu (13/05/2026).
Baca Juga: PGRI Jatim Ancam Demo Bareng Wali Murid, Tolak SDN Tegalrejo 01 Blitar Digusur demi Proyek KDMP
Dia mengaku memang sempat ada arahan dari babinsa agar desa segera merekrut enam karyawan KDMP Jombang. Namun belum sempat menyetorkan nama, tiba-tiba daftar nama karyawan sudah beredar.
“Kami bingung, ini siapa yang menyetorkan nama, sedangkan pemerintah desa beserta pengurus koperasi belum setor nama,” tegasnya.
Ada Intervensi Partai Politik?
Sejumlah kades semakin resah ada dugaan kepentingan politik di balik proses rekrutmen ini. Menurut Khoiman, ada indikasi salah satu partai politik sengaja memasukkan nama kadernya ke dalam daftar calon karyawan KDMP Jombang.
“Yang membuat kades resah adalah karena ada indikasi permainan dari salah satu partai politik untuk memasukkan nama-nama kadernya di situ,” sambung dia, tanpa bersedia menyebutkan nama partai politik yang dimaksud.
Tidak cuma proses rekrutmen, pemerintah desa, sambung dia, hingga saat ini juga belum mendapatkan kejelasan mengenai skema penggajian karyawan KDMP Jombang, termasuk sumber dan besaran gaji.
“Kalau memang dikelola sepenuhnya oleh PT Agrinas, ya silakan. Namun, jika nanti akan diserahkan ke pemerintah desa dengan sistem perekrutan seperti ini, kami tidak yakin KDMP bisa maju dan berkembang,” tandas dia.
Senada, Kades Balongbesuk Kecamatan Diwek Mochamad Saifur mengaku aparat desa dan pengurus koperasi tidak dilibatkan sama sekali dalam proses seleksi.
“Kami dari awal belum tahu bagaimana regulasinya, tetapi di media sosial sudah beredar nama-nama calon pengisi karyawan KDMP,” tutur Saifur.
Bahkan, dia melanjutkan, masyarakat ramai bertanya kepada kades mengenai cara menjadi karyawan KDMP, sedangkan pihaknya tidak memiliki informasi apa pun.
“Meski dikelola PT Agrinas, paling tidak ada sosialisasi terlebih dahulu kepada kami selaku kades dan pengurus koperasi,” pintanya.
Dinkop UM Jombang Bantah Terlibat
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Jombang Hari Purnomo membantah nama ‘Pak Hari’ dalam selebaran yang beredar merujuk kepada dirinya. Ia menegaskan Dinkop UM tidak terlibat dalam proses rekrutmen tersebut.
“Kami sudah mendengar terkait nama saya yang berada di selebaran yang beredar. Saya sampaikan bahwa itu bukan nama saya selaku kepala Dinkop UM,” tandas dia.
Namun, ketika disinggung mengenai munculnya nama petinggi partai politik dan tenaga ahli bupati dalam dokumen yang beredar, dia memilih bungkam.
“Terkait itu, saya tidak berkomentar,” ucapnya singkat.
Pihaknya juga mengaku tidak mengetahui keberangkatan sejumlah calon karyawan KDMP ke Nganjuk menggunakan tiga bus, termasuk siapa yang membiayai perjalanan tersebut.
Mengenai dinamika di lapangan terkait polemik rekrutmen KDMP Jombang ini, Dinkop UM bersama Satgas KDMP disebut akan menggelar rapat evaluasi dalam waktu dekat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Anang Panca Kurniawan
Editor: Dwi Lindawati








