• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Titik nol Bung Karno.

Pemerhati sejarah Jombang Arif Yulianto menunjukkan arsip kolonial yang diklaim memperkuat argumen bahwa Bung Karno lahir di Jombang atau sebagai titik nol Bung Karno pada Sabtu (23/05/2026).(Foto: dok. Pribadi)

Menguak Misteri Titik Nol Bung Karno di Jombang, DPRD Telusuri Bukti Sejarah Baru Kelahiran Putra Fajar

Dwi Linda by Dwi Linda
2 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JOMBANG, Tugujatim.id – Penggalian data sejarah untuk menelusuri kebenaran Presiden pertama RI, Soekarno, lahir di Jombang memasuki babak baru setelah anggota dewan meninjau lokasi yang diyakini sebagai titik nol Bung Karno.

Kunjungan lapangan ini bukan sekadar formalitas. Sekretaris Komisi D DPRD Jombang Rahmad Agung Saputra menegaskan bahwa peninjauan ini merupakan bagian dari pendalaman data sebelum proses penetapan resmi oleh pemerintah pusat dilakukan.

You might also like

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

21/07/2026 8:30 PM
Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

21/07/2026 7:17 PM

“Kami bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang melihat langsung kondisi di titik nol Bung Karno di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso,” kata dia, Sabtu (23/05/2026).

Baca Juga: Jejak-jejak Bung Karno di Surabaya

Pihaknya juga menggali informasi dari masyarakat sekitar serta mendengar penjelasan dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) bahwa masa kecil Bung Karno berada di desa tersebut.

Dia menggarisbawahi, hasil penelusuran ini masih memerlukan kajian lanjutan yang komprehensif. Berbagai dokumen dan data sejarah yang ditemukan perlu ditelaah secara menyeluruh agar tidak memunculkan polemik berkepanjangan di kemudian hari.

Meski demikian, DPRD Jombang menyatakan kesiapannya untuk mengawal proses ini hingga ke tingkat kementerian. Pasalnya, masih ada perbedaan pandangan mengenai lokasi awal kehidupan Bung Karno yang selama ini lebih banyak dikaitkan dengan Surabaya.

“Harapannya nanti bisa ditetapkan sebagai titik nol Bung Karno. Kami secara konstitusi akan membantu memfasilitasi untuk mendorong itu. Yakin atau tidak, biar data yang berbicara,” tegasnya.

Kesaksian Warga hingga Dokumen Tertulis

Sementara itu, Ketua TACB Jombang Nasrullah mengungkapkan bahwa kajian mengenai kelahiran Bung Karno di Jombang sebenarnya sudah berlangsung cukup lama.

Dia mengisahkan pengalamannya pada 1985 silam ketika mendengar pengakuan seorang warga lanjut usia saat terlibat dalam pembangunan Monumen Perang Sebani di Sumobito. Warga tersebut mengaku pernah merawat Bung Karno semasa kecil.

Titik nol Bung Karno di Jombang.
Anggota Komisi D DPRD Jombang saat berkunjung ke Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso yang diduga sebagai tempat kelahiran Bung Karno, Sabtu (23/05/2026). (Foto: DPRD Jombang)

Namun kala itu informasi tersebut belum diyakini sepenuhnya. Baru pada 2017, kajian mendalam mulai dilakukan bersama Disdikbud Jombang dengan menelusuri saksi-saksi mata hingga ke generasi cucu cicit mereka.

“Kami mencari saksi-saksi mata sampai cucu cicitnya, dan keterangannya mengarah pada hal yang sama,” ungkap Nasrullah.

TACB pun menemukan dokumen perpindahan ayah Bung Karno ke Ploso pada 1901, serta data pendaftaran kuliah Bung Karno yang mencantumkan tahun kelahiran 1902, dua dokumen yang dianggap sebagai bagian penting dari rangkaian bukti sejarah.

Arsip Kolonial Bicara, Ploso Tempat Kelahiran Bung Karno

Sebelumnya, Arif Yulianto selaku pemerhati sejarah Jombang, sempat mengungkapkan sejumlah arsip kolonial yang dia klaim memperkuat argumen bahwa Bung Karno lahir pada 6 Juni 1902 di Ploso, wilayah yang kini masuk Kabupaten Jombang.

“Kunci dari seluruh argumentasi ini terletak pada pemahaman konteks administratif kolonial,” ujar Cak Arif, sapaan akrabnya.

Pada tahun 1902, Kabupaten Jombang belum berdiri. Wilayah ini baru resmi terbentuk pada 1910 dengan dilantiknya bupati pertama, R.A.A Soeroadiningrat V. Sebelumnya, Ploso tercatat sebagai bagian dari Karesidenan Surabaya.

Dia pun menunjukkan dokumen besluit (Surat Keputusan) tertanggal 28 Desember 1901 yang memuat penugasan ayah Bung Karno, Raden Soekemi Sosrodihardjo, sebagai Mantri Guru Sekolah Ongko Loro di Ploso, Surabaya.

Baca Juga: Naskah Tonil Bung Karno Berjudul Chungking Jakarta akan Dipentaskan di Malang

Persis enam bulan setelah penugasan itu, tepatnya 6 Juni 1902, Soekarno lahir. Raden Soekemi juga tercatat berdinas di Ploso hingga 1907 sebelum akhirnya dipindahtugaskan ke Sidoarjo.

Bukti lain yang tak kalah kuat adalah arsip pendidikan di Technische Hoogeschool te Bandoeng (kini ITB), yang mencatat bahwa Raden Soekarno lahir di Surabaya pada 6 Juni 1902.

Cak Arif menegaskan bahwa penyebutan ‘Surabaya’ dalam arsip tersebut merujuk pada Karesidenan Surabaya yang mencakup wilayah Ploso.

Hal ini juga selaras dengan narasi dalam biografi legendaris Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adams (1966), yang menyebut bahwa ayah Bung Karno dipindahkan ke Surabaya, dan di sanalah sang putra fajar dilahirkan.

“Yang dimaksud Surabaya di sini adalah Ploso, yang saat itu masuk Karesidenan Surabaya dan sekarang menjadi bagian dari Kabupaten Jombang,” pungkas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer : Anang Panca Kurniawan

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Jombang hari iniDPRD JombangJombangKabupaten Jombang hari iniTitik nol Bung Karno di JombangTitik nol Bung Karno Jombang
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Next Post
Selecta Malang anak.

Taman Rekreasi Selecta Malang Anak 2026: Piknik, Main Air, dan Kebun Bunga dalam 1 Tempat

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID