MALANG, Tugujatim.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Malang memetakan daerah rawan kekeringan saat musim kemarau panjang ini. Hasilnya, 13 desa di Malang Selatan dinyatakan rawan, mulai rawan sedang hingga tinggi.
Sebanyak lima desa di Malang tercatat memiliki tingkat kerawanan sedang. Desa-desa tersebut tersebar di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Pagak, dan Gedangan, yakni:
1. Desa Harjokuncaran, Kecamatan Sumbermanjing Wetan
2. Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetang
3. Desa Pagak, Kecamatan Pagak
4. Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak
5. Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan
Sementara itu, delapan desa di Malang lainnya masuk kategori rawan tinggi terhadap ancaman kekeringan saat musim kemarau yang meliputi:
1. Desa Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan
2. Desa Kedungbanteng, Kecamatan Sumbermanjing Wetan
3. Desa Putukrejo, Kecamatan Kalipare
4. Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare
5. Desa Bandungrejo, Kecamatan Bantur
6. Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo
7. Desa Mentaraman, Kecamatan Donomulyo
8. Desa Tulungrejo, Kecamatan Donomulyo
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang Purwoto menyebutkan, musim kemarau panjang 2026 potensi berdampak pada 3.948 kepala keluarga (KK). Dari seluruh wilayah yang dipetakan, Desa Bandungrejo di Kecamatan Bantur menjadi daerah dengan jumlah warga terbanyak terancam kekeringan, yakni mencapai 675 KK yang tersebar di tiga dusun.
“Desa-desa lain juga memiliki ratusan KK yang berpotensi terdampak kekeringan,” kata Purwoto, belum lama ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur mengungkapkan adanya potensi penguatan fenomena El Nino yang mengakibatkan kondisi cuaca jauh lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Hadapi Musim Kemarau, Gubernur Jatim Minta Daerah Perkuat Antisipasi Sektor Pertanian sejak Dini
Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Timur Anung Suprayitno menekankan, informasi ini jadi peringatan dini (early warning) agar para pemangku kepentingan dan masyarakat dapat melakukan aksi dini guna meminimalkan risiko bencana kekeringan.
“Puncak musim kemarau di Kabupaten Malang diprediksi akan terjadi pada Agustus,” ujarnya.
Dia pun mengimbau para pelaku sektor pertanian dan pangan agar segera menyesuaikan kalender tanam dan beralih ke varietas tanaman yang tahan kekeringan atau berumur pendek. Langkah ini diperlukan untuk mengindari risiko gagal panan.
“Gunakan air secara bijak dan efisien untuk keperluan sehari-hari,” kata Anung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Dwi Lindawati








