BATU, Tugujatim.id – Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, terpilih mewakili Kota Batu mengikuti ajang Perlombaan Desa dan Kelurahan Provinsi Jawa Timur 2026. Kenapa desa ini terpilih mewakili di tingkat Jatim?
Desa Bulukerto terpilih bukan tanpa alasan. Desa ini memiliki sederet potensi lokal yang unik. Selain pembangunan fisik, juga menerapkan tata kelola sumber daya alam berbasis konservasi lingkungan dan satwa, pertanian berkelanjutan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kepala Desa Bulukerto Suhermawan membenarkan Bulukerto terpilih tidak lepas dari sejumlah keunggulan potensi yang dimiliki. Salah satunya yang paling menonjol dan tidak ada duanya, dia mengatakan, terkait bagaimana komitmen mereka menjaga kawasan konservasi dan perlindungan satwa langka.
Seperti diketahui, desa yang juga berbatasan dengan lereng Gunung Arjuno itu menjadi habitat satwa langka yakni Elang Jawa atau biasa dijuluki Burung Garuda. Menipisnya populasi satwa itu kemudian langsung direspons dengan menerbitkan Peraturan Desa (Perdes) tentang Perlindungan Satwa.
Baca Juga: Pameran LPPM UM Makin Meriah di Hari Kedua, Inilah Daftar Pemenang Lomba Poster dan Fakultas Terbaik
”Inovasi Perdes Perlindungan Satwa ini bahkan sepertinya menjadi satu-satunya di Jawa Timur, hanya ada di desa kami,” ungkapnya.
Selain itu, dia mengatakan, potensi Bulukerto lainnya soal komoditas kopi yang kualitasnya bahkan sudah siap ekspor. Kopi khas yang ditanam di ketinggian kurang lebih 900 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu kini bahkan sudah mampu memproduksi sekitar 16 ton selama 3 tahun ini.
”Selama 3 tahun, produksi kopi kami mencapai sekitar 16 ton dan mulai dipasarkan secara nasional. Komoditas ini bernilai ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat,” katanya.
Keunggulan lain yang juga menjadi perhatian adalah keberadaan sumber mata air Umbul Gemulo yang selama ini menjadi salah satu penopang kebutuhan air bersih masyarakat Kota Batu. Suhermawan menyebut, sekitar 55 persen pasokan air untuk masyarakat bersumber dari kawasan tersebut.
Tak hanya itu, Bulukerto juga mengembangkan inovasi pertanian melalui penggunaan pestisida nabati yang dibuat dari bahan-bahan alami seperti tembakau, cengkeh, lidah buaya, lengkuas, daun salam, daun sirsak, dan serai merah.
“Inovasi ini mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida kimia sekaligus menekan biaya produksi pertanian,” jelasnya.
Wawali Apresiasi Inovasi Bulukerto
Terpisah, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto turut mengapresiasi atas capaian dan inovasi yang dikembangkan Desa Bulukerto. Menurut dia, partisipasi dalam lomba desa bukan semata mengejar prestasi, tetapi menjadi sarana menunjukkan keberhasilan kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat.
“Partisipasi ini bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat mampu menghasilkan perubahan nyata yang berdampak bagi kesejahteraan warga,” ujar Heli.
Dia menilai berbagai inovasi di Bulukerto menunjukkan pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
Heli menambahkan, penguatan potensi lokal seperti pertanian, wisata, konservasi lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.
Baca Juga: 3 Daftar Kandidat Kuat Calon Sekda Kota Batu, Siapa yang Terbaik Duduki Kursi?
”Terpenting bagaimana inovasi tersebut mampu bermanfaat jangka panjang bagi masyarakat dan menjadi fondasi pembangunan yang berkelanjutan,” katanya.
Sebagai informasi, tim dari Pemerintah Provinsi Jatim dalam proses penilaian turut memberikan sejumlah masukan. Di antaranya penguatan kelembagaan berbasis surat keputusan (SK) serta optimalisasi layanan Posyandu sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan masyarakat.
Ke depan, harapannya Desa Bulukerto juga dapat komitmen memperluas program pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk mengembangkan potensi wisata lokal dan pelatihan keterampilan untuk menciptakan lapangan kerja baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M Ulul Azmy
Editor: Dwi Lindawati







