• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Meski harus menempuh perjalanan sejauh 30 km dengan bersepeda, Saiful berhasil meraih juara harapan 1 lomba karate di Singosari. (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Meski harus menempuh perjalanan sejauh 30 km dengan bersepeda, Saiful berhasil meraih juara harapan 1 lomba karate di Singosari. (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Kisah Haru, Alasan Bocah Malang Kayuh Sepeda Sejauh 30 Km Bersama Ibunya untuk Lomba Karate

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Kisah Aditya Saiful Anam, bocah kelas VI SD yang rela bersepeda bersama ibunya, Sulastri, 37, sejauh 30 km dari Desa Jenggolo ke venue lomba di Singosari untuk mengikuti lomba karate menginspirasi masyarakat Kabupaten Malang. Ternyata ada alasan tersendiri kenapa bocah yang akrab disapa Ipul ini mengajak sang ibu yang bekerja sebagai pemulung itu untuk ikut menemaninya.

“Khusus untuk lomba kemarin, saya ajak ibu biar lebih semangat untuk menang,” tuturnya saat ditemui di rumahnya di Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (15/09/2021).

You might also like

Sekda Kota Batu.

3 Daftar Kandidat Kuat Calon Sekda Kota Batu, Siapa yang Terbaik Duduki Kursi?

05/06/2026 3:16 PM
Jombang

IPAL Rp7 M Belum Rampung, Sungai di Jombang Tercemar Limbah Tahu Bau Menyengat hingga 4 Km

05/06/2026 2:30 PM
Saiful saat memperlihatkan jurus karate di rumahnya pada Rabu (15/09/2021). (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Saiful saat memperlihatkan jurus karate di rumahnya pada Rabu (15/09/2021). (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Tak sia-sia, Ipul berhasil meraih juara harapan 1 dalam kategori lomba Karate Kata. Dia mengatakan, ini kali pertama dirinya mendapatkan juara.

“Saya baru kali pertama ini juara, dulu waktu kelas dua (SD) saya pernah juga ikut lomba di Bali tapi tidak juara,” bebernya.

Lebih lanjut, bocah yang bercita-cita menjadi polisi ini menceritakan, dia harus berangkat sejak Subuh untuk sampai ke venue lomba di Singosari agar tidak terlambat pada Minggu lalu (05/09/2021).

“Saya berangkat Subuh habis salat Subuh sama ibu dari Kepanjen ke kota. Saya sudah biasa berangkat latihan pakai sepeda, jadi gak masalah kemarin,” tuturnya.

Kapolsek Kepanjen AKP Sri Widyaningsih (tengah) mewakili Kapolres Malang saat turun langsung ke rumah Ibu Sulastri pada Rabu (15/09/2021). (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Kapolsek Kepanjen AKP Sri Widyaningsih (tengah) mewakili Kapolres Malang saat turun langsung ke rumah Ibu Sulastri pada Rabu (15/09/2021). (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Di tempat yang sama, Sulastri, ibu dari Ipul, mengatakan pada anaknya jika dia hanya bisa mengantarkan lomba karate dengan sepeda angin. Namun, menurut dia, Ipul tidak masalah dan berangkatlah keduanya dengan sepeda angin masing-masing.

“Saya bilang ke Ipul, saya hanya bisa segini (mengantar dengan sepeda), seperti kemarin ibu hanya bisa ngantar pakai sepeda pancal begitu. Meski begitu, anaknya tetep senang dan penurut, gak neko-neko,” ujarnya.

Dia mengatakan, anaknya ingin melihat Stasiun Kota Baru yang baru dibangun sama melihat orang-orang demo di Balai Kota Malang.

“Katanya dia pingin lihat Stasiun Kota Baru yang barusan dibangun, terus mau lihat anak-anak demo di depan Balai Kota Malang. Cuma itu aja, dia sudah senang lihat gedung-gedung itu,” ungkapnya.

Saiful saat menerima bantuan di rumahnya pada Rabu (15/09/2021). (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Saiful saat menerima bantuan di rumahnya pada Rabu (15/09/2021). (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Dia juga menceritakan, Ipul sudah kehilangan sang ayah sejak dia lahir. Jadi, dia harus banting tulang menyambung hidup dengan menjadi pemulung. Meski demikian, menurut dia, Ipul tidak malu dengan ibunya.

“Ayahnya meninggal saat saya melahirkan Ipul, dan sejak kecil memang ingin membanggakan saya sama ayahnya yang sudah meninggal,” ucapnya sendu.

Sulastri melanjutkan, dia sehari-hari memang bekerja sebagai pemulung.

“Saya sendiri kerjanya mengumpulkan rongsokan, dan biasanya Ipul ikut membantu saya seperti kemarin pas kejuaraan. Kami pulangnya nyari (rongsokan) di gang-gang Kota Malang sampai Kabupaten Malang. Dia pun gak masalah karena anaknya berbakti sama orang tua,” tandasnya.

Rumah keduanya pun saat ini sudah sangat tidak layak karena hampir ambruk akibat gempa Malang beberapa waktu lalu. Syukurnya berkat video viral di TikTok, jajaran Polres Malang bersama BAZNAS berencana segera merenovasi rumah mereka.

Tags: Gelombang tinggiKabupaten MalangKisah harukisah inspiratifLomba karatePolres Malangvideo viral
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Sekda Kota Batu.

3 Daftar Kandidat Kuat Calon Sekda Kota Batu, Siapa yang Terbaik Duduki Kursi?

by Dwi Linda
05/06/2026 3:16 PM
0

BATU, Tugujatim.id - Proses seleksi yang panjang akhirnya menentukan tiga kandidat kuat calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu. Ketiga calon...

Jombang

IPAL Rp7 M Belum Rampung, Sungai di Jombang Tercemar Limbah Tahu Bau Menyengat hingga 4 Km

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 2:30 PM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Bau menyengat dari limbah industri tahu, meresahkan warga di sepanjang aliran sungai Kecamatan Jogoroto dan sekitarnya, Kabupaten...

Mojokerto

Momen Libur Panjang, Stasiun Mojokerto Layani 9.000 Lebih Pelanggan

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 2:05 PM
0

MOJOKERTO, Tugujatim.id - Pihak PT Kereta Api Indonesia melalui Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya menyampaikan catatan atas momen libur panjang...

Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:11 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jatim Jumat (05/06/2026) didominasi udara kabur dan berawan di banyak wilayah, dengan beberapa daerah dataran tinggi...

Next Post
Wali Kota Malang Sutiaji saat memaparkan materi dalam FGD pembangunan Alun-Alun Kedungkandang pada Rabu (15/09/2021). (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Alun-Alun Kedungkandang Dibangun 2022, Sutiaji: Fasilitas Lebih Bagus dan Lengkap

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID