SURABAYA, Tugujatim.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak memperkirakan banjir rob Surabaya kemungkinan masih akan berlanjut hingga 17 Juli 2026.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya Sutarno mengingatkan banjir rob tidak hanya terjadi di Kota Surabaya, tetapi juga di wilayah lain di pesisir Jawa Timur. Fenomena ini dipicu oleh bulan perigee, yakni kondisi ketika bulan berada pada titik terdekatnya dengan bumi dalam orbitnya yang berbentuk elips, dengan jarak sekitar 363.300 km.
Baca Juga: MPLS di Tengah Banjir Rob, Siswa SD Karya Putra Surabaya Tetap Belajar meski Pakai Sandal
Karena posisi bulan yang sangat dekat, gaya gravitasi yang diberikan pada bumi menjadi lebih kuat. Hal ini umumnya memicu peningkatan kisaran pasang surut air laut rata-rata.
“Fenomena bulan perigee dan bulan baru ini berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum,” kata Sutarno, Kamis (16/07/2026).

Khusus Kota Surabaya, wilayah yang terdampak banjir rob di antaranya kawasan Kalianak, Jalan Kalimas, Pesisir Benowo, Bulak, Kenjeran, dan Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya).
Berdasarkan analisis data water level dan prediksi pasang surut, banjir rob di kawasan pesisir Pelabuhan Surabaya diperkirakan berlangsung sepanjang periode tersebut.
“Di kawasan pesisir Pelabuhan Surabaya, banjir rob diprakirakan berpotensi terjadi pada 11 sampai 17 Juli 2026,” tambahnya.
Masyarakat Diminta Waspada dalam Beraktivitas
Kenaikan air laut umumnya terjadi pada pagi hingga siang hari yakni pukul 08.00 hingga 12.00. Dirinya mengingatkan kepada warga yang tinggal di kawasan pesisir untuk selalu waspada terhadap ketinggian air.
Baca Juga: Reses DPRD Kota Malang, Warga Lowokwaru Curhat Banjir, Minim RTH, hingga Kabel Semrawut
Tidak hanya mengganggu aktivitas warga, banjir rob Surabaya juga menghambat operasional pelabuhan termasuk aktivitas bongkar muat hingga tambak garam dan perikanan darat dan instansi yang terletak di pesisir, salah satunya jalan Kalianak yang menjadi jalur vital logistik dan transportasi industri yang menghubungkan Kota Surabaya dengan Kabupaten Gresik serta wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Timur.
“Masyarakat diminta untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi dari BMKG demi mengantisipasi risiko yang mungkin timbul,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Husni Habib
Editor: Dwi Lindawati








