• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi orang sedang belajar untuk menemukan cara belajar yang tepat/tugu jatim

Ilustrasi orang sedang belajar untuk menemukan cara belajar yang tepat. (Foto: Unplash)

Menemukan Cara Belajar yang Hilang

Herlianto A by Herlianto A
5 years ago
in Catatan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : M. Ficky Haris Ardiansyah*

Tugujatim.id – Kebiasaan belajar di masa pandemi cenderung stagnan. Membaca materi di layar gawai, menonton video penjelasan, dan mempraktikkannya secara mandiri di rumah. Jika kegiatan itu dilakukan terus menerus, bukan tidak mungkin menyebabkan seseorang menjadi bosan dan justru tidak memahami apa yang dipelajari.

You might also like

Najib Mahfud.

Haul KH Najib Mahfud di Gresik Berlangsung Khidmat, Mbah Bolong: Rawat Selalu Anak Yatim

01/07/2026 11:03 AM
Muktamar.

Empat Poros Kekuatan Menuju Muktamar NU Ke-35

28/06/2026 10:50 AM

Kebiasaan belajar yang seperti itu akan menjadi tidak efektif. Pembelajaran yang pasif akibat terlalu banyak “disuapin” tidak mampu memberikan dampak jangka panjang yang baik bagi pemahaman keilmuan yang diajarkan. Kurangnya motivasi semakin mempersulit pemahaman dan pengimplementasian dari apa yang sudah dipelajari.

Untuk mengatasi permasalahan cara belajar yang tidak efektif, khususnya di masa pandemi, banyak metode yang bisa digunakan. Ada metode belajar dengan teknik Pomodoro yang bisa dilakukan dengan cara membagi interval belajar setiap 25 menit, lalu istirahat selama 3-5 menit di tiap jeda interval. Ini bisa membantu konsentrasi kita yang sulit dilakukan dalam rentang waktu yang lama.

Metode kedua yang bisa digunakan adalah Teknik Feynman. Teknik ini menggunakan cara bagaimana kita menjelaskan pelajaran yang didapat kepada orang lain. Dengan teknik ini, tentu akan mengukur tingkat pemahaman yang kita dapat jika sudah bisa menjelaskan dengan baik.

Ada juga teknik Spaced Repetition dan Active Recall yang bisa diterapkan dengan mengulang-ulang materi pada jangka waktu tertentu. Hal ini justru akan membuat kita semakin mudah mengingat pelajaran daripada harus menghafal dengan sistem kebut semalam (SKS).

Berbagai teknik belajar yang sudah ada dapat kita lakukan untuk semakin memperkuat pemahaman dan ingatan kita terhadap pelajaran yang diajarkan. Tidak ada alasan lagi belajar di masa pandemi seakan membosankan dan membuat kita tidak paham jika sebenarnya kita bisa mengaplikasikan berbagai teknik belajar yang ada. Dan, yang terpenting, alasan klasik dalam belajar, yaitu malas harus kita buang jauh-jauh untuk mengembalikan semangat belajar yang mungkin sempat hilang.

*Penulis adalah anggota Pondok Inspirasi

Tags: Cara Belajar EfektifMetode BelajarPondok Inspirasi
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Najib Mahfud.

Haul KH Najib Mahfud di Gresik Berlangsung Khidmat, Mbah Bolong: Rawat Selalu Anak Yatim

by Dwi Linda
01/07/2026 11:03 AM
0

GRESIK, Tugujatim.id - Haul ke-5 KH Najib Mahfud di Gresik berlangsung lancar dan khidmat Selasa malam (30/06/2026) di Pondok Pesantren...

Muktamar.

Empat Poros Kekuatan Menuju Muktamar NU Ke-35

by Dwi Linda
28/06/2026 10:50 AM
0

Oleh: Abdur Rahim** Tugujatim.id - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama bukan sekadar agenda administratif lima tahunan. Forum ini akan menjadi muktamar...

PBNU

Menolak “Pasal Pesanan” Rangkap Jabatan Ketua Umum PBNU

by Mochamad Abdurrochim
23/06/2026 1:30 PM
0

Oleh: Abdur Rahim** Tugujatim.id - Di tengah dinamika Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) di...

Tambang

Tambang, Digdaya, dan Kasak-kusuk AHWA

by Mochamad Abdurrochim
19/06/2026 8:00 AM
0

Oleh: Abdur Rahim* Tugujatim.id- Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, tahun ini akan menjadi tuan rumah perhelatan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan...

Next Post
Petugas damkar tampak memadamkan api di lahan kosong yang ditumbuhi ilalang di Desa Campurejo, RT 30, RW 03, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (18/09/2021). (Foto: Damkar Bojonegoro/Tugu Jatim)

Selama Agustus-September 2021, Bojonegoro Alami 9 Peristiwa Kebakaran Lahan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID