Menemukan Cara Belajar yang Hilang

Menemukan Cara Belajar yang Hilang

  • Bagikan
Ilustrasi orang sedang belajar untuk menemukan cara belajar yang tepat/tugu jatim
Ilustrasi orang sedang belajar untuk menemukan cara belajar yang tepat. (Foto: Unplash)

Oleh : M. Ficky Haris Ardiansyah*

Tugujatim.id – Kebiasaan belajar di masa pandemi cenderung stagnan. Membaca materi di layar gawai, menonton video penjelasan, dan mempraktikkannya secara mandiri di rumah. Jika kegiatan itu dilakukan terus menerus, bukan tidak mungkin menyebabkan seseorang menjadi bosan dan justru tidak memahami apa yang dipelajari.

Kebiasaan belajar yang seperti itu akan menjadi tidak efektif. Pembelajaran yang pasif akibat terlalu banyak “disuapin” tidak mampu memberikan dampak jangka panjang yang baik bagi pemahaman keilmuan yang diajarkan. Kurangnya motivasi semakin mempersulit pemahaman dan pengimplementasian dari apa yang sudah dipelajari.

Untuk mengatasi permasalahan cara belajar yang tidak efektif, khususnya di masa pandemi, banyak metode yang bisa digunakan. Ada metode belajar dengan teknik Pomodoro yang bisa dilakukan dengan cara membagi interval belajar setiap 25 menit, lalu istirahat selama 3-5 menit di tiap jeda interval. Ini bisa membantu konsentrasi kita yang sulit dilakukan dalam rentang waktu yang lama.

Metode kedua yang bisa digunakan adalah Teknik Feynman. Teknik ini menggunakan cara bagaimana kita menjelaskan pelajaran yang didapat kepada orang lain. Dengan teknik ini, tentu akan mengukur tingkat pemahaman yang kita dapat jika sudah bisa menjelaskan dengan baik.

Ada juga teknik Spaced Repetition dan Active Recall yang bisa diterapkan dengan mengulang-ulang materi pada jangka waktu tertentu. Hal ini justru akan membuat kita semakin mudah mengingat pelajaran daripada harus menghafal dengan sistem kebut semalam (SKS).

Berbagai teknik belajar yang sudah ada dapat kita lakukan untuk semakin memperkuat pemahaman dan ingatan kita terhadap pelajaran yang diajarkan. Tidak ada alasan lagi belajar di masa pandemi seakan membosankan dan membuat kita tidak paham jika sebenarnya kita bisa mengaplikasikan berbagai teknik belajar yang ada. Dan, yang terpenting, alasan klasik dalam belajar, yaitu malas harus kita buang jauh-jauh untuk mengembalikan semangat belajar yang mungkin sempat hilang.

*Penulis adalah anggota Pondok Inspirasi

  • Bagikan