• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Presiden Joko Widodo (Jokowi) peringatkan bahaya La Nina dalam pembukaan rapat terbatas, Selasa (13/10) (Foto: tangkapan layar YouTube Sekretariat Negara)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) peringatkan bahaya La Nina dalam pembukaan rapat terbatas, Selasa (13/10) (Foto: tangkapan layar YouTube Sekretariat Negara)

Terkait Vaksin Corona, Jokowi Tak Ingin Pemerintah Terlihat Tergesa-gesa

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pada para menterinya agar pengadaan vaksin corona tidak terkesan tergesa-gesa. Menurutnya, pengadaan dan pelaksaan vaksinasi virus coroa itu harus harus melalui tahapan uji klinis dan ilmiah terlebih dahulu.

Hal tersebut diungkapkan Jokowi saat membuka rapat terbatas (ratas) di Istana Merdeka, Senin (26/10/2020) sore.

You might also like

Muktamar NU Jombang.

Muktamar NU Jombang Ke-35 Bakal Didatangi 200 Ribu Orang, Perketat Penginapan Delegasi Resmi: Ini Lokasinya!

22/07/2026 9:39 AM
Cuaca di Jawa Timur.

Angin Kencang Mengintai di Balik Langit Cerah, Cuaca di Jawa Timur Rabu 22 Juli 2026 Perlu Diwaspadai

22/07/2026 7:46 AM

“Yang pertama, saya minta pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi betul-betul dipastikan keamanan dan keefektifannya. Keamanan itu artinya kalau disuntik itu betul-betul memang sudah melalui sebuah tahapan-tahapan uji klinis yang benar,” pinta Jokowi terhadap para menterinya.

Baca Juga: Proyek ‘Jurrasic Park’ Taman Nasional Komodo Tuai Polemik di Media Sosial

Menurutnya, kehati-hatian pemerintah diperlukan karena untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah terkait pengadaan vaksin tersebut.

Ilustrasi pengadaan dan penelitian vaksin corona
Ilustrasi pengadaan dan penelitian vaksin corona. (Foto: Pixabay)

“Karena kalau tidak, ada satu saja yang bermasalah, nanti bisa akan menjadikan ketidakpercayaan masyarakat terhadap upaya vaksinasi ini. Saya melihat aspek keamanan dan efektivitas dari vaksin ini betul-betul menjadi concern utama masyarakat. Termasuk para pakar dan para peneliti,” terang Jokowi dalam ratas yang disiarkan langsung melalui channel YouTube Sekretariat Presiden itu.

Baca Juga: Taman Nasional Komodo Klaim Pembangunan Proyek Tak Ganggu Habitat Komodo

“Karena itu, semua tahapan sekali lagi, harus melalui kaidah-kaidah saintifik (ilmiah, red), kaidah-kaidah ilmu pengetahuan, berdasarkan data sains dan juga standar-standar kesehatan. Hati-hati, jangan sampai kita tergesa-gesa ingin vaksinasi sehingga kidah-kaidah saintifik, data-data sains standar kesehatan ini dinomorduakan. Tidak bisa,” sambung Jokowi.

Menurutnya, jika hal tersebut tidak dilakukan, maka Indonesia seakan tergesa-gesa dan tidak hati-hati dalam pengadaan vaksin corona ini.

“Jangan timbul persepsi bahwa pemerintah itu tergesa-gesa, terburu-buru, tanpa mengikuti koridor-koridor ilmiah yang ada. Jadi tolong ini betul-betul kita lalui semuanya. Meskipun kita ingin dipercepat, tapi sekali lagi, hal-hal tadi jangan sampai dilupakan,” imbuh pria yang pernah menjabat sebagai Wali Kota Solo itu.

Meski demikian, pihaknya menyatakan bahwa sebenarnya Indonesia memang ingin segara mendapatkan vasin tersebut. Namun, menurutnya pemerintah harus menyiapkan strategi yang matang terkait pengadaan vaksin corona ini.

“Memang kita ingin langkah gerak cepat tetapi penuh dengan perencanaan yang matang dan persiapan yang matang. Karena setelah saya detailkan, ini menyangkut banyak hal, aspek, yang kita harus siapkan terlebih dahulu, kita harus rencanakan terlebih dahulu secara matang. Mengapa perlu kecepatan? Karena memang semua negara tengah berlomba-lomba untuk memperoleh vaksin ini secepat-cepatnya. Ya, kita tahu, ini semuanya memang kejar-kejaran, semua mengejar yang namanya vaksin agar warga mereka bisa cepat pulih dan ekonominya bisa bangkit,” pungkas Jokowi. (gg)

Tags: corona viruscovid-19JakartaJoko WidodoJokowinasionalPresiden Jokowivaksin coronavirus corona
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Muktamar NU Jombang.

Muktamar NU Jombang Ke-35 Bakal Didatangi 200 Ribu Orang, Perketat Penginapan Delegasi Resmi: Ini Lokasinya!

by Dwi Linda
22/07/2026 9:39 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas pada Agustus 2026 diproyeksikan didatangi sekitar...

Cuaca di Jawa Timur.

Angin Kencang Mengintai di Balik Langit Cerah, Cuaca di Jawa Timur Rabu 22 Juli 2026 Perlu Diwaspadai

by Dwi Linda
22/07/2026 7:46 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Rabu (22/07/2026) didominasi cerah dan udara kabur di banyak kabupaten/kota. BMKG mengeluarkan peringatan...

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Next Post
Jokowi ingin protokol kesehatan di Piala Dunia U-20 tahun 2021 berjalan ketat.

Jokowi: Harga Vaksin Corona Versi Mandiri Harus Terjangkau Masyarakat

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID