BATU, Tugujatim.id – Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko pesimistis bila ditargetkan merampungkan target capaian vaksinasi 100 persen hingga September 2021 ini. Sebab, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menilai atensi pemerintah pusat untuk vaksinasi total warganya adalah hal yang tak realistis. Bagaimana tidak, ketersediaan stok vaksin di Kota Apel hanya berkisar 40 ribu dosis saja.
Meski begitu, Pemkot Batu tidak punya pilihan lain selain terus menggeber serbuan vaksinasi. Pihaknya juga ingin sektor pariwisata segera dibuka. Bahkan, tiap hari ditargetkan ada 7 ribu vaksin disuntikkan. Namun faktanya di lapangan, upaya pencapaian itu masih terkendala banyak hal.
”Terus terang, upaya capaian vaksin 100 persen yang ditarget September ini semakin susah, berat. Kendala di lapangan untuk target sasaran masih lambat,” kata Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Jumat (24/9/2021).
Bude, sapaan akrab Dewanti, menyebutkan kendala utama capaian vaksinasi ditemui di kalangan lansia. Di mana banyak faktor mulai penyakit komorbid yang diderita, terkendala akses ke tempat vaksinasi, hingga tidak ada pendamping.

”Sebab itu, sejak sekarang kami akan getolkan untuk jemput bola, vaksinasi door to door,” ujar Bude.
Selain itu, pihaknya mulai menggandeng komunitas-komunitas pelaku pariwisata hingga seni budaya untuk proaktif mendapatkan vaksinasi. Selain itu untuk wali murid juga diwajibkan vaksin jika ingin anaknya kembali bersekolah.
”Sebisa mungkin kami targetkan bisa memvaksin 7 ribu orang setiap hari,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatah Kota Batu, Kartika Trisulandari menjelaskan, kendala lambatnya capaian vaksinasi ini memang terletak pada faktor target sasaran yang pasif. Sisa target penduduk yang divaksin ini, kata Kartika kemungkinan adalah warga yang tidak memiliki tingkat mobilitas tinggi.
”Seperti kerjanya ya di desa, jadi mereka merasa tidak perlu divaksin. Ini yang akan kita dorong lewat desa/kelurahan dan juga komunitas,” terang dia.
Dia menambahkan, dari aspek ketersediaan stok vaksin dan juga tenaga vaksinator sudah lebih dari cukup. Saat ini, total masih tersimpan 43 ribu dosis vaksin. Sementara, capaian vaksin masih di angka 53 persen lebih.
”PR kita ada di capaian vaksinasi lansia itu memang lambat karena banyak faktor itu tadi. Saat ini masih 30 persen dari total 20 ribuan lansia. Setelah ini akan terus kita dorong dengan berbagai macam cara, termasuk dengan door to door,” ujarnya.








