• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi bayi menggenggam tangan orang tua. (Foto: Unsplash)

Ilustrasi bayi. (Foto: Unsplash)

Miris, Mikroplastik Ditemukan di Plasenta Bayi yang Belum Lahir

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in Internasional, News
0
Share on FacebookShare on Twitter

ITALIA, Tugujatim.id – Pencemaran limbah plastik dan mikroplastik semakin hari semakin mengkhawatirkan. Dari penelitian terbaru, untuk kali pertama, partikel mikroplastik ditemukan di plasenta bayi yang belum lahir.

Meski belum diketahui dampak kesehatan ke depannya, namun para ilmuwan memastikan partikel tersebut dapat membawa bahan kimia yang bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang pada janin atau mengganggu sistem kekebalan tubuh. Kemungkinan besar, partikel mikroplastik tersebut mulanya dikonsumsi oleh sang ibu.

You might also like

Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

05/06/2026 8:11 AM
Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM

Empat dari perempuan sehat yang memiliki kehamilan dan kelahiran normal telah memiliki plasenta yang mengandung partikel mikroplastik. Partikel ini ditemukan pada sisi janin ibu dari plasenta dan di selaput tempat janin berkembang.

Baca Juga: Agar Hari Lebih Berwarna, Anda Bisa Melakukan Tips-Tips Ini di Pagi Hari

Sekitar 4 % dari setiap plasenta yang dianalisis, hanya selusin partikel plastik yang dapat ditemukan. Bagaimanapun hal ini tetap menunjukkan jumlah total mikroplastik tetap jauh lebih tinggi.

Semua partikel yang dianalisis adalah plastik yang berwarna biru, merah, oranye atau merah muda. Kemungkinan besar berasal dari kemasan, cat atau komestik dan produk perawatan pribadi. Sebagian besar partikel mikroplastik berukuran 10 mikron (0,01 mm) yang berarti cukup kecil untuk dibawa dalam aliran peredaran darah. Mikroplastik tersebut mungkin telah memasuki tubuh bayi namun para peneliti tidak dapat melihatnya.

“Ini seperti memiliki bayi cyborg: tidak lagi hanya terdiri dari sel manusia tetapi sudah tercampur dengan entitas biologis dan anorganik,” jelas Antonio Ragusa, Direktur Kebidanan dan Ginekologi Rumah Sakit San Giovanni Calibita Fatebenefratelli Roma seperti dilansir The Guardian.

Para peneliti menyimpulkan dalam studi yang diterbitkan di jurnal Environment International: “Karena peran penting plasenta dalam mendukung perkembangan foetus dan dalam bertindak sebagai antarmuka dengan lingkungan eksternal, keberadaan partikel plastik yang berpotensi berbahaya menjadi masalah dan perhatian besar. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menilai apakah keberadaan mikroplastik dapat memicu respons kekebalan atau dapat menyebabkan pelepasan kontaminan beracun yang dapat mengakibatkan bahaya.”

Baca Juga: Tips dan Cara Efektif Membangun Komunikasi dengan Anak Sejak Usia Dini

Mereka juga menambahkan bahwa efek potensial mikroplastik pada janin bayi juga termasuk penurunan pertumbuhan pada janin. Partikel mikroplastik tidak ditemukan di plasenta dari dua wanita lain dalam penelitian tersebut yang mungkin merupakan hasil dari fisiologi, diet atau gaya hidup yang berbeda.

Polusi mikroplastik telah mencapai setiap bagian planet ini. Mulai dari puncak Gunung Everest hingga lautan terdalam. Banyak orang yang sudah diketahui mengonsumsi partikel kecil melalui makanan dan air.

Di bulan Oktober, ilmuwan mengungkapkan bahwa bayi yang telah diberi susu formula dalam botol plastik menelan jutaan partikel dalam sehari. Pada 2019, para peneliti juga melaporkan penemuan partikel polusi udara di sisi janin dari plasenta mengindikasikan bahwa bayi yang belum lahir juga terpapar udara kotor yang dihasilkan oleh lalu lintas kendaraan bermotor dan pembakaran bahan bakar fosil.

Para peneliti di Italia menggunakan protokol bebas plastik untuk melahirkan bayi guna mencegah kontaminasi plasenta. Dokter kandungan dan bidan menggunakan sarung tangan katun untuk membantu persalinan dan hanya handuk katun yang digunakan di ruang bersalin.

Dikutip dari Daily Mail, Andrew Shennan, seorang Profesor Kebidanan di King’s College London menegaskan bahwa bayi dalam penelitian tersebut memiliki kelahiran normal tetapi “jelas lebih baik tidak memiliki benda asing saat bayi sedang berkembang”.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Drama Saeguk, Drama Korea Berlatar Belakang Kerajaan

“Bayi yang dilahirkan sebelum tercemar termasuk ke penelitian yang sangat kecil, tetapi menunjukkan kekhawatiran yang sangat mengkhawatirkan.” Ungkap Elizabeth Salter Green, seseorang dari Badan Amal Kimia Chem Trust.

Baru-baru ini, sebuah studi terpisah juga menunjukkan bahwa nanopartikel plastik yang dihirup oleh tikus laboratorium yang hamil telah terdeteksi di hati, paru-paru, jantung, ginjal dan otak janin mereka. (Nurul K/gg)

Tags: bayikesehatanlimbahmikroplastikpencemaran lingkungansainssampah
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:11 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jatim Jumat (05/06/2026) didominasi udara kabur dan berawan di banyak wilayah, dengan beberapa daerah dataran tinggi...

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Next Post
Unimsa meraih predikat sebagai kampus NU terbaik nasional. (Foto: Dokumen Unisma)

Akhir Tahun, Unisma Raih Predikat Kampus NU Terbaik Nasional

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID