• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Limbah ternak. (Foto: Kominfo Bojonegoro/Tugu Jatim)

Pengolahan pupuk organik dari kotoran hewan di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Kominfo Bojonegoro)

Tingkatkan Ekonomi, Warga Kedungdowo Bojonegoro Olah Limbah Ternak Jadi Pupuk Organik Griyorojokoyo

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Potensi pengusaha-pengusaha lokal di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, terus digali. Caranya, mereka berupaya melakukan pengembangan berbagai usaha, salah satunya dengan memanfaatkan limbah ternak yang diolah menjadi pupuk organik. Seperti apa sih kisahnya?

Ya, memang memiliki ternak seperti sapi maupun kambing akan menghasilkan limbah, mulai dari kotoran (feses dan urin), sisa pakan ternak seperti potongan rumput, jerami, dedaunan, dedak, konsentrat, dan lain-lainnya. Nah, di Kedungdowo, ada 300 ekor sapi. Untuk per ekor sapi bisa menghasilkan kurang lebih 5 kg limbah ternak setiap hari. Tapi, selama ini limbah itu hanya dibuang begitu saja.

You might also like

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

21/07/2026 8:30 PM
Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

21/07/2026 7:17 PM

Untuk memanfaatkan limbah ternak ini, akhirnya warga sekaligus pengusaha lokal setempat memanfaatkannya menjadi pupuk organik melalui bina usaha pupuk Griyorojokoyo di Dukuh Kedungdowo RT 02/RW 01, Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, yang dikembangkan Abdul Mukharom.

Limbah ternak. (Foto: Kominfo Bojonegoro/Tugu Jatim)
Proses pengolahan pupuk organik dari limbah ternak di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Kominfo Bojonegoro)

Abdul Mukarom mengatakan, limbah ternak merupakan produk dari usaha peternakan warga. Dengan adanya usaha ini, dia berharap, mampu menambah penghasilan para pekerja yang sebagian adalah ibu rumah tangga.

“Di tempat ini, ada 20 pekerja yang sebagian adalah ibu-ibu rumah tangga. Ini bisa menjadi peluang untuk membantu pendapatan keluarganya,” katanya.

Limbah ternak. (Foto: Kominfo Bojonegoro/Tugu Jatim)
Pengepakan pupuk organik di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Kominfo Bojonegoro)

Di tempat usahanya, dalam satu hari mampu menghasilkan 2 ton pupuk yang dikemas sesuai dengan harga. Untuk produk kemasan hasil olahan limbah peternakan ukuran 25 kg dijual dengan harga Rp25.000. Sedangkan kemasan 2,5 kg dijual Rp5.000 yang dipasarkan di wilayah Kabupaten Bojonegoro secara offline dan online.

“Sebenarnya produksinya bisa lebih besar lagi, tapi terkendala kurangnya daya tampung tempat,” kata dia.

Manfaat Pupuk Organik

Mukarom mengatakan, pupuk kompos atau organik merupakan salah satu pupuk favorit yang banyak digunakan karena berasal dari bahan yang tidak mengandung unsur kimia berbahaya dan bisa dibuat sendiri tanpa harus menggunakan alat-alat yang rumit.

“Jadi, warga lebih suka menggunakan pupuk organik karena tidak terlalu bahaya dengan kandungan bahan kimia,” ujarnya.

Menurut dia, pupuk organik bisa dimanfaatkan untuk segala macam tanaman. Bahkan, tanaman yang diberikan pupuk organik biasanya akan menghasilkan daun, buah, dan bunga dengan kualitas baik.

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Desa KedungdowoKabupaten Bojonegoro hari iniLimbah ternakPengolahan limbah ternakPeternak di BojonegoroPupuk organikWarga Desa Kedungdowo
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Next Post
Kepala Kejari Kota Kediri. (Foto: Pipit Syahrodin/Tugu Jatim)

Novika Muzairah, Kepala Kejari Kota Kediri yang Baru Siap Tuntaskan 2 Kasus Korupsi dan Mafia Tanah

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID