• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Wali Kota Malang Sutiaji saat berdialog dengan Konsultan Manajemen Konstruksi, PT Widya Satria, Alif Riwidya, usai proyek Kayutangan Heritage tergenang banjir, Sabtu (26/12/2020). Foto : Azmy Pemkot Malang

Wali Kota Malang Sutiaji saat berdialog dengan Konsultan Manajemen Konstruksi, PT Widya Satria, Alif Riwidya, usai proyek Kayutangan Heritage tergenang banjir, Sabtu (26/12/2020). (Foto: AZM/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Kayutangan Heritage Banjir, Wali Kota Malang Klaim Bukan Faktor Konstruksi

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Proyek revitalisasi Kayutangan Heritage kembali menuai komentar negatif karena terjadi genangan air setinggi mata kaki lebih pasca-hujan deras, Jumat (25/12/2020) kemarin sore. Wali Kota Malang Sutiaji tak tinggal diam.

Pria nomor satu di Kota Malang ini lalu memanggil pelaksana proyek dari PT Widya Satria bertemu dan meminta penjelasan, Sabtu (26/12/2020). Hasilnya, kata Sutiaji dari penjelasan pihak rekanan mengklaim terjadinya banjir dan genangan air bukan akibat pengerjaan jalan berbatu andesit.

You might also like

Bareng Rakyat.

Bareng Rakyat Rampungkan Kepengurusan di 31 Kecamatan Jember

21/07/2026 3:21 PM
Mahasiswa

Mahasiswa Asal Situbondo Tewas Terlindas Truk di Gending, Diduga Gagal Mendahului

21/07/2026 3:00 PM

Melainkan karena faktor sisa-sisa material proyek yakni styrofoam dan pasir-pasir yang menyumbat saluran pembuangan air. Terlebih, curah hujan saat itu cukup lebat sehingga terjadilah genangan setinggi mata kaki lebih.

Baca Juga: Wiji Thukul, Mengenang Sastrawan dan Aktivis yang Hilang pada Masa Orde Baru

“Saluran drainase saya rasa gak masalah. Hanya saja memang ada sisa material dari pembangunan yang belum bersih benar sehingga menyumbat saluran air. Bukan karena faktor teknis pengerjaan jalannya,” tampiknya.

Ia menyebutkan, saluran drainase yang dibuat di kawasan Kayutangan Heritage masih cukup baik. Ukuran gorong-gorong yang ada kata dia lebarnya mencapai 80 sentimeter. Selain itu, luberan air juga terjadi akibat pembongkaran median jalan sementara.

“Sudah saya kroscek tadi, selain ada sumbatan, genangan air terjadi karena ada median jalan yang dibongkar (dekat PLN) sehingga menyebabkan air meluber ke sisi timur (McD). Sebelumnya gak pernah,” jelasnya.

Sebab itu, dari kejadian ini Sutiaji berharap pihak rekanan bisa segera menindaklanjuti hal ini untuk segera dibersihkan. Terlepas dari itu, kejadian ini menjadi pelajaran berharga demi meningkatkan kualitas pembangunan ke depannya.

”Curah hujan lebat kemarin jadi petunjuk bagi kita untuk terus evaluasi. Kami sangat berterima kasih atas masukan dan kritik warga. Memang harus saling mengingatkan demi arah pembangunan kota yang lebih baik lagi kedepannya,” tuturnya.

Baca Juga: Gawat, Kontaminasi Mikroplastik Sungai Brantas Sudah Terjadi Sejak dari Malang

Bagaimanapun, pengerjaan penataan Kayutangan dari Program Kotaku Kementerian PUPR ini masih belum selesai benar. Pembangunan bertahap masih akan dilakukan target hingga Februari 2021.

”Nanti akan kami tata lagi sesuai kebijakan kota lewat dana APBD dengan mengakomodir aspirasi publik warga Kota Malang sendiri. Kalau ini kan anggaran dari pusat, sudah saya jelaskan berkali-kali,” pungkasnya.

Hal senada dikatakan Konsultan Manajemen Konstruksi, PT Widya Satria, Alif Riwidya, bahwa material sisa pengerjaan lah yang jadi biang banjir genangan air tersebut. Mulai dari limbah stirofoam dan sisa-sisa pasir.

“Ini kemarin untuk zona 2 ternyata, afour (lubang-lubang di trotoar) tertutup sampah stereofoam yang dipasang dalam pengerjaan trotoar. Lalu ada juga sisa-sisa pasir masuk. Secara teknis, itu hanya air limpasan saja, bukan banjir. Buktinya, kemarin malam itu sudah surut,” tegas dia. (azm/gg)

Tags: BanjirBencanabencana alamKayutangan HeritageKota MalangMalang
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Bareng Rakyat.

Bareng Rakyat Rampungkan Kepengurusan di 31 Kecamatan Jember

by Dwi Linda
21/07/2026 3:21 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Organisasi kemasyarakatan Bareng Rakyat merampungkan pembentukan kepengurusan di seluruh 31 kecamatan di Kabupaten Jember, Minggu (20/07/2026). Pencapaian...

Mahasiswa

Mahasiswa Asal Situbondo Tewas Terlindas Truk di Gending, Diduga Gagal Mendahului

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 3:00 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Raya Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Senin (20/07/2026) sekitar...

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:17 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Alih-alih kendaraan bermotor, panitia gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Selasa (21/07/2026) bergerak dinamis dengan pola yang tidak merata di banyak daerah. Sejumlah...

Next Post
Pengusaha Soelipno saat berada di lapangan Bulutangkis miliknya, Rabu (23/12/2020). (foto: Irham Thoriq)

Kisah Soelipno, Dulu Tak Punya Biaya Main Bulu Tangkis, Kini Sediakan Lapangan Gratis

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID