• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Air tercemar. (Foto: Pipit Syahrodin/Tugu Jatim)

Kerak yang mengendap di dasar wadah setelah air direbus pada Selasa (22/03/2022). (Foto: Pipit Syahrodin/Tugu Jatim)

30 Tahun Warga Bujel Kota Kediri Tetap Minum Air Tercemar, Ini Penyebabnya!

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

KEDIRI, Tugujatim.id – Permasalahan air tercemar di sumur warga Wonosari, Kelurahan Bujel, Kota Kediri, tengah ramai diperbincangkan setelah keluar hasil laboratorium yang dilakukan dinas kesehatan (dinkes) seminggu belakangan. Hasil tersebut menunjukkan jumlah logam besi ditemukan di 16 titik. Bahkan, kandungan logam tersebut melebihi batas toleransi.

Dari 30 sampel air yang dilakukan uji kualitas, kandungan logamnya mulai dari 1,1 mg/liter hingga yang tertinggi mencapai 3,7 mg/liter. Bahkan, kandungan Mangan (Mn) melebihi batas normal atau mencapai 3,3 mg/liter. Hal itu melebihi batas Permenkes RI No. 492/2010 untuk besi kadar maksimumnya 0,3 mg/liter dan Mangan 0,4 mg/liter.

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

Apa Penyebab dari Pencemaran Air di Bujel Kediri?

Ketua RW 06 Supandri, 41, mengatakan, permasalahan air tercemar dari sumber itu sudah berlangsung sejak kurang lebih 30 tahun yang lalu. Dia menceritakan, saat itu warga di lingkungan tempat tinggalnya memiliki pekerjaan sebagai pembuat batu bata merah. Jadi, daerah itu menjadi kubangan-kubangan besar bekas galian tanah yang dibuat batu bata.

“Karena akan membangun rumah, maka warga membutuhkan tanah untuk menguruk galian itu,” ungkapnya.

Andri, sapaan akrabnya, melanjutkan karena warga waktu itu tergiur dengan limbah pembuatan rokok yang diberikan oleh salah satu pabrik di sekitar lingkungan tersebut secara gratis. Solusi itu membuat warga berpikir dapat menghemat biaya menutup galian.

“Kalau beli tanah kan mahal dan menggunakan sampah dedaunan di sekitar juga lama. Karena ditawari dengan gratis ya, 30 tahun yang lalu warga mau. Mungkin karena keterbatasan pengetahuan tentang limbah jadi air tercemar,” jelasnya.

Hal itu seketika membuat sumber warga di RT 1, RT 2, dan RT 3 di lingkungan Wonosari itu menjadi keruh dan berbau. Namun, Andri tidak bisa menyebut berapa jumlah warga yang menggunakan limbah tersebut, tapi dampaknya dirasakan 3 RT di wilayah RW 06 itu.

“Setelah diuruk dengan limbah, waktu musim hujan warnanya kental kecokelatan seperti teh dan berbau. Bahkan kalau dimasak menjadi berkerak di alas panci yang digunakan,” tambah Andri.

Upaya untuk mengatasi masalah itu terus dilakukan warga dengan memperdalam sumber air yaitu dengan mengebor hingga kedalaman 20 meter untuk mendapatkan air bersih. Tapi, tetap saja air tersebut berbau dan keruh. Akhirnya selama puluhan tahun warga harus menggunakan air tercemar itu. Warga pun tetap mengonsumsinya.

“Kalau musim hujan, warga yang airnya keruh minta ke tetangga. Biasanya itu kalau musim hujan dan kemarau tidak terlalu keruh. Air itu diberi tawas dan gamping untuk menjernihkannya,” jelasnya.

Hingga sekarang, warga masih menggunakan air tersebut untuk kebutuhan mencuri piring dan baju, sedangkan untuk dikonsumsi harus membeli air galon. Tapi air yang masih jernih tetap dikonsumsi.

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Air tercemarKasus pencemaran airKota KediriKota Kediri hari inipencemaran airPencemaran air di Kota KediriWarga Bujel Kota Kediri
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Aksi hot. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)

Bikin Aksi Hot di Taman Ijen Malang, 2 Pasangan Muda-mudi Diamankan Satpol PP

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID