• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Taman Baca Mahanani Kediri menggelar Pameran Lukisan dan Pitutur Gus Dur untuk peringati haul ke-11 presiden ke-4 RI tersebut. (Foto: Noe/Tugu Jatim)

Taman Baca Mahanani Kediri menggelar Pameran Lukisan dan Pitutur Gus Dur untuk peringati haul ke-11 presiden ke-4 RI tersebut. (Foto: Noe/Tugu Jatim)

Peringati Haul ke-11, Taman Baca Mahanani Kediri Gelar Pameran Lukisan dan Pitutur Gus Dur

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

KEDIRI, Tugujatim.id – Menutup 2020, pameran lukisan Gus Dur atau KH Abdurrahman Wahid, Presiden RI keempat itu digelar di Pendhapa Sekolah Alam Ramadhani, Mojoroto, Kota Kediri. Kegiatan yang diselenggarakan Taman Baca Mahanani ini bertujuan untuk memperingati Haul Gus Dur ke-11.

Tak hanya pameran lukisan dan pitutur Gus Dur, namun ada pertunjukan monolog singkat dari dalang muda Ki Rusyiddiq Wahid dengan judul ‘Pitutur Semar’.

You might also like

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM
Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM

“Acara ini untuk mengenang sisi kemanusiaan Gus Dur,” ungkap Dosen Psikologi IAIN Kediri Sunarno. Pria yang juga pengelola Sekolah Alam Ramadhani tersebut menerangkan sisi kemanusiaan Gus Dur selalu melekat menjadi aset bagi Indonesia. Terlebih, kata Sunarno, banyak sekali pitutur Gus Dur yang masih relevan.

Taman Baca Mahanani Kediri menggelar Pameran Lukisan dan Pitutur Gus Dur untuk peringati haul ke-11 presiden ke-4 RI tersebut. (Foto: Noe/Tugu Jatim)
Taman Baca Mahanani Kediri menggelar Pameran Lukisan dan Pitutur Gus Dur untuk peringati haul ke-11 presiden ke-4 RI tersebut. (Foto: Noe/Tugu Jatim)

Baca Juga: Kilas Balik 5 Peristiwa Penting di Indonesia Tahun 2020

Mengapa pitutur menjadi penting? Mendapatkan pertanyaan ini, Sunarno menjelaskan pitutur dalam Bausastra Jawa memiliki arti pelajaran, nasihat, atau peringatan. “Orang yang memberikan pitutur adalah orangtua (orangtua kepada anak), dan mereka yang sudah “tua” atau “dituakan” (simbah kepada cucu, kyai kepada santri, dll). Juga “kasepuhan”, yaitu orang yang dihormati di satu tempat tertentu,” imbuhnya.

Melalui pameran lukisan sketsa Gus Dur karya Budiyono Kampret, perupa dari Ngawi, yang di dalamnya terdapat berbagai pitutur. “Di masa pandemi, dengan ngalap barokah Kiai Abdurrahman Wahid kembali menengok dan ngaji pitutur kebudayaan luhur,” terangnya.

Sunarno menambahkan pelibatan anak-anak dengan terbatas dalam kegiatan tersebut merupakan upaya bagaimana anak-anak kembali membaca dan belajar pitutur yang ada di sketsa. Sebab, kata Sunarno, banyak sekali pitutur untuk anak-anak sekolah. Seperti, anak-anak adalah masa depan, dan sebagai orangtua tidak boleh bosan memberi nasihat kepada anak-anak.

Taman Baca Mahanani Kediri menggelar Pameran Lukisan dan Pitutur Gus Dur untuk peringati haul ke-11 presiden ke-4 RI tersebut. (Foto: Noe/Tugu Jatim)
Taman Baca Mahanani Kediri menggelar Pameran Lukisan dan Pitutur Gus Dur untuk peringati haul ke-11 presiden ke-4 RI tersebut. (Foto: Noe/Tugu Jatim)

Baca Juga: Kaleidoskop Internasional 2020: Kebakaran Hutan Australia hingga Ledakan Beirut

“Untuk usia anak-anak sing pas dengan pendekatan tutur. Termasuk mengenalkan sosok Gus Dur kepada anak-anak. Anak-anak butuh role model bagi hidup dan kehidupannya kelak. Dan Gus Dur adalah satu tokoh role model,” kata Sunarno.

Selain itu, penampilan apik dari Ki Rusyiddiq juga menarik perhatian pengunjung yang datang terbatas tersebut. Ia mengakhirinya dengan sebuah tembang ngelmu iku kalakone kanthi laku. Lekase lawan kas, tegese kas nyantosani. Sedya budya pangekese dur angkara. (noe/gg)

Tags: Abdurrahman Wahidberita jatimBulan Gus DurGus DurJawa TimurKabupaten KediriKediriKota Kediri
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Bediding

Fenomena Bediding 2026: Kenapa Suhu Malam hingga Dini Hari Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau?

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:22 PM
0

Tugujatim.id - Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan mulai merasakan perubahan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari...

Next Post
Operasi penyisiran tim gabungan pasca penetapan ormas FPI sebagai organisasi yang dilarang, Kamis (31/12/2020). (Foto: Azmy)

Polresta Malang Kota: Malang Dijamin Steril dari Atribut FPI

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID