MALANG, Tugujatim.id – Meski presiden Joko Widodo telah tegas menyatakan tidak akan melakukan penundaan Pemilu 2024, namun isu tersebut tetap disikapi dengan serius oleh mahasiswa di Kota Malang. Hal itu terlihat dalam aksi mahasiswa yang digelar di depan gedung DPRD Kota Malang pada Selasa (12/4/2022).
Dalam aksi yang diikuti oleh ratusan mahasiswa tersebut menggaungkan penolakan pada penundaan Pemilu 2024. Kemudian, isu lain yang juga disuarakan mahasiswa adalah keresahan masyarakat dengan naikknya harga BBM, minyak goreng hingga kebutuhan pokok.
Isu yang dibawa oleh mahasiswa dalam aksi ini sama dengan isu aksi mahasiswa sebelumnya yang digelar oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang juga dilakukan di depan gedung DPRD Kota Malang pada Senin (11/4/2022) lalu.
Mahasiswa yang merupakan gabungan dari beberapa BEM kampus tersebut menilai kebijakan dari kekemimpinan Presiden Jokowi dan Ma’ruf Amin tak memihak rakyat kecil.
Massa aksi juga membawa berbagai poster bertuliskan tuntutan serta kritikan mereka pada pemerintah. Misalnya poster itu berbunyi “Dua Periode Sudah Cukup” hingga sindiran “Onlyfans Cepat Mafia Minyak Lambat”.
“Mahasiswa Malang Raya hari ini menyuarakan hak-hak rakyat. Para pejabat telah melupakan hak-hak rakyat. Mahasiswa akan hadir selama kepentingan rakyat ditindas,” ucap orator dalam aksi itu.
Mereka juga meminta pimpinan DPRD Kota Malang untuk turun menemui aksi mahasiswa. Permintaan itu disambut teriakan ratusan mahasiswa yang hadir.
“Api perjuangan mahasiswa akan terus berkobar. Atas nama rakyat Indonesia, kami membawa aspirasi rakyat jelata,” teriak orator.
Dalam aksi tersebut, ratusan aparat kepolisian dan TNI turut mengamankan jalannya massa aksi. Armada Barakuda juga diterjunkan untuk pengamanan aksi ini.
“Sejauh ini kami menurunkan sekitar 1.300 personel. Diperkirakan memang aksi mahasiswa lebih dari seribu,” kata Kombes Pol Budi Hermanto, Kapolresta Malang Kota.
Dia mengajak aksi mahasiswa untuk tidak melakukan tindakan anarkis selama penyampaian aspirasi. Sebab, Kota Malang dikenal sebagai kota damai.
“Harapan saya Kota Malang adalah kota yang cinta damai. Saya sebagai Kapolresta Malang Kota semaksimal mungkin akan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim ,
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim







