• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi gangguan mitomania perilaku suka berbohong.

Ilustrasi gangguan mitomania perilaku suka berbohong. (Foto: Unsplash)

Mitomania, Gangguan Mental Suka Berbohong, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Pernahkah Anda menjumpai orang yang suka berbohong dengan melebih-lebihkan cerita yang disampaikan? Ya, tidak bisa dipungkiri, orang akan cenderung berbohong jika ada alasan tertentu dengan tujuan agar orang lain tidak tahu hal yang disembunyikan tersebut.

Akan tetapi, apakah Anda tahu bahwa ada jenis berbohong yang menjadi salah satu gangguan kesehatan mental yang jarang disadari? Benar sekali, kondisi itu disebut dengan mitomania.

You might also like

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

21/07/2026 8:30 PM
Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

21/07/2026 7:17 PM

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber mitomania adalah salah satu kondisi seseorang yang suka berbohong secara kontinyu tetapi tidak memiliki tujuan untuk mendapatkan keuntungan seperti bohong pada umumnya.

Gangguan ini bisa terjadi hanya ingin mendapatkan kesenangan pribadi. Lalu, apakah pengidap gangguan ini sadar bahwa perilaku berbohong ini salah? Jawabannya tentu sadar, namun seringkali mereka dengan gangguan mitomania tidak menyadari bahwa cerita yang disampaikan itu hanyalah karangan atau hal yang bersifat kebohongan semata.

Mitomania memiliki ciri-ciri yang berbeda jika dibandingkan dengan bohong biasa, loh. Seperti apakah itu? Pengidap mitomania sering menceritakan sesuatu yang terdengar sangat nyata, hal ini bisa saja berdasarkan dari peristiwa orang lain yang diakui sebagai cerita pribadinya.

Tidak jarang, cerita yang disampaikan berkaitan dengan sekelompok orang penting seperti politisi atau aparat kepolisian. Biasanya pengidap mitomia mengatakan bahwa ia berperan sebagai penyelamat dalam sebuah masalah yang berkaitan dengan sekelompok orang tersebut. Selain itu, ucapan kebohongan yang diceritakan biasanya selalu memiliki sudut pandang positif, misalnya saja seperti mendapatkan gelar magister meskipun dibaliknya ia telah putus sekolah.

Penyebab Mitomania

Perilaku berbohong memang tidak bisa diklaim secara pasti apa penyebabnya ia melakukan hal tersebut. Tetapi, faktor lingkungan bisa saja memiliki pengaruh yang penting bagi seseorang yang ingin berbohong. Mitomania terjadi juga karena beberapa alasan yang melatarbelakanginya.

Mungkin dikarenakan kegagalan dalam meraih sesuatu di masa lalu misalnya pendidikan yang mengakibatkan trauma sehingga menyebabkan seseorang berhalusinasi dan memiliki perilaku berbohong. Sementara itu, mitomania sangat erat kaitannya dengan kesehatan mental seseorang.

Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan seseorang rentan terkena mitomania antara lain seperti gangguan bipolar, attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD), narcissistic personality disorder (NPD), gangguan kepribadian ambang (borderline personality disorder), dan ketergantungan zat atau disebut dengan kecanduan.

Cara Mengatasinya

Seperti gangguan kesehatan mental yang lain, mitomania juga memiliki cara tersendiri untuk mengatasinya. Gangguan ini butuh yang namanya pengobatan secara intensif dan perawatan psikoterapi. Dengan melakukan perawatan terapi, memang bukan menjadi hal yang mudah.

Hal ini dikarenakan pengidap mitomania yang terkadang tidak bisa jujur ketika melakukan perawatan. Sehingga, perawatan terapi ini membutuhkan kesadaran penderita agar terapi yang dilakukan berjalan secara efektif. Nah, itu adalah penjelasan seputar mitomania. Namun, perlu diingat mau bagaimanapun bentuk kebohongan tetap saja merugikan banyak pihak, ya!

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Cara Mengatasi MitomaniaMitomaniaPenyakit mentalPenyebab MitomaniaSuka Berbohong
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Next Post
Ngabuburit Bareng Tugu Media Group, Warga Malang Gembira Dapat Makanan Buka Puasa dan Minyak Goreng

Ngabuburit Bareng Tugu Media Group, Warga Malang Gembira Dapat Makanan Buka Puasa dan Minyak Goreng

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID