• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Warga desa Masakambing Forum Komunikasi Pelanggan PLN (FKPP) saat beraudiensi dengan pengelola PLN, Sabtu (14/5/2022).

Warga desa Masakambing yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pelanggan PLN (FKPP) saat beraudiensi dengan pengelola PLN, Sabtu (14/5/2022). (Foto: Dokumen)

PLN Nyala 7 Jam Sehari-Semalam, Warga Pulau Masakambing Sumenep Geruduk Pengelola

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SUMENEP, Tugujatim.id – Warga desa pulau Masakambing, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep menggeruduk pengelola PLN setempat pada Sabtu (14/5/2022). Kedatangan warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pelanggan PLN (FKPP) Desa Masakambing itu untuk meminta penjelasan tentang operasi PLN yang tidak normal.

Roni Versal, selaku koordinator FKPP, mengatakan bahwa PLN di pulau tempat konservasi burung kakatua jambul kuning ini hanya nyala 7 jam dalam sehari semalam.

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

“PLN di Masakambing hanya beroperasi rata-rata dari pukul 10.00 – 13.00 WIB di siang hari, sedang malam hari beroperasi kurang lebih empat jam dari pukul 18.00 – 22.00 WIB, itupun kondisinya sering mati – hidup dan bergantung pada cuaca cerah atau tidak,” jelas Roni Versal dalam rilisnya pada Minggu (15/5/2022).

Karena itulah, pihaknya bersama warga menggelar audiensi dengan pengelola PLN agar ada transparansi dan kejujuran, apa sebenarnya yang terjadi di PLN itu.

Menurut pemuda asli Masakambing ini, ada beberapa persoalan yang harus diselesaikan oleh pengelola PLN di pulau Masakambing. Pertama, KWh meter 450 VA belum terpasang padahal pelanggan sudah membayar lunas uang pendaftaran sebesar Rp. 1.023.000. Kedua, pemasangan kWh meter 900 VA untuk pelanggan yang sudah melunasi biaya penambahan kurang lebih sebesar Rp. 1.200.000 masih belum terealisasi. Ketiga, pembebasan limit untuk pelanggan PLN dan penanganan listrik padam karena over pemakaian diatas 1kW.

“Yang keempat, PLN memberikan ganti rugi pemadaman listrik akibat kesalahan dan/atau kelalaian pengoprasian oleh pihak PLN yang tidak sesuai dengan sosialisasi awal PLN, bahwa PLN di Desa Masakambing akan hidup 12 jam dari pukul 17.00 – 05.00 WIB,” kata dia.

Sementara itu, Masrur Afif, pihak operator PLN mengakui bahwa pelayanan tidak maksimal. Hal ini terjadi karena overload pelanggan.

“Pelanggan di Masakambing overload, sementara kapitas energi hanya 50 kWp, yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan kurang lebih 100 pelanggan. Hingga hari ini pelanggan PLN di Desa Masakambing sudah mencapai kurang lebih ada 300 pelanggan,” papar Masrur.

Ketua BPD Masakambing, Wahuyudi, juga membenarkan bahwa kondisi PLN di Masakambing tidak baik-baik saja. Sehingga pihak PLN harusnya menambah kapasitas energi sesuai kebutuhan pelanggan agar mampu memenuhi kebutuhan listrik untuk konsumen PLN.

“Seharusnya pelayanan PLN tidak diskriminatif dengan cara memberikan pelayanan yang sama dengan pelanggan PLN yang ada di daratan,” kata dia.

Dalam gelar audiensi itu, turut hadir beberapa pihak di antaranya, kelompok nelayan, Pokdarwis, Kelompok Tani Hutan (KTH), Kelompok Tani, dan PKK.

Kegiatan audiensi tersebut ditutup dengan pernyataan sikap, bahwa pelayanan PLN di Desa Masakambing akan dikawal sampai tuntas oleh pihak operator PLN Desa Masakambing serta pihak Pemerintah Desa yang disaksikan oleh semua peserta yang hadir.

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Desa MasakambingForum Komunikasi Pelanggan PLNPLNPLN Tidak Normal
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Altlet Tarung derajat dalam ajang Kejurprov di Kabupaten Kediri.

Atur Strategi untuk Raih Juara, 12 Atlet Tarung Derajat Kabupaten Kediri Lolos Semi Final

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID