• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Penebangan pohon. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)

Pohon perindang yang ditebang di kawasan Kayutangan Heritage Kota Malang. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)

Pro Kontra Penebangan Pohon di Kawasan Kayutangan Heritage Malang

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Penebangan pohon perindang di kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang, tepatnya proyek penataan di zona III, menuai pro kontra dari masyarakat. Sebab, dalam penataan tersebut juga termasuk menebang sejumlah pohon yang menghiasi trotoar di Jalan Basuki Rahmat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penebangan pohon telah dilakukan sejak Rabu (25/05/2022) hingga sekarang. Bahkan, sejumlah pohon diketahui telah hilang di depan Toko Oen, Gereja Kayutangan, hingga di depan Mal Sarinah Malang.

You might also like

Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

17/06/2026 3:34 PM
Jawa Timur.

Cuaca Cerah Dominasi Jawa Timur 17 Juni 2026, Aktivitas Luar Ruang Naik Signifikan

17/06/2026 7:00 AM

Kepala DLH Kota Malang Wahyu Setianto mengatakan, tujuan penebangan pohon untuk kepentingan pelebaran pedestrian. Dia mengatakan, pedestrian akan dilebarkan lagi, semula 1,75 meter akan ditambah 2 meter lagi.

Penebangan pohon. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)
Sejumlah pohon perindang yang biasanya ada di depan Toko Oen Kayutangan Kota Malang kini sudah hilang. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)

”Pemotongan pohon ini untuk pelebaran pedestrian dalam rangka penataan zona III. Nanti biar pekerja tidak kesulitan saat membongkar pedestrian,” kata Wahyu pada Jumat (27/05/2022).

Dia juga mengatakan, pengerjaan nanti akan dilanjutkan dengan memasang lampu hias seperti yang sudah ada di Zona I dan II, termasuk kursi atau bangku yang bisa dimanfaatkan pejalan kaki.

Menurut dia, ada sekitar 26 buah kursi sanitair hingga 76 bollard yang akan dipasang Pemkot Malang. Sementara untuk jumlah lampunya masih belum bisa dipastikan.

”Untuk jumlah lampu masih kami hitung lagi,” ujar dia.

Sementara itu, pro kontra penebangan pohon disampaikan salah satu warga bernama Andri, 25, yang mengunggah reaksinya di media sosial. Begitu tahu pohon-pohon di spot favoritnya telah hilang, dia langsung mengungkapkan kekecewaannya.

Menurut dia, untuk melakukan penataan seharusnya menyesuaikan dengan kontur alam yang ada, bukan malah menghilangkannya.

”Kecuali kalau memang pohon ini berbahaya, rawan tumbang, dan lain-lainnya. Misal rawan tumbang kan hanya perlu dipapras saja (dirompes, red),” ujarnya dikonfirmasi.

Hal senada juga dikatakan Latifah Putri, 31, warga Kota Malang lainnya yang merasa menyayangkan atas penebangan pohon tersebut. Dia mengatakan, di sisi lain, penebangan pohon ini membuat objek bangunan legendaris Toko Oen semakin nampak.

”Tapi apa tidak ada cara lain ya selain dengan cara menghilangkannya. Soalnya kalau lewat situ kan jadi panas ya?” ujarnya.

Sebagai informasi, proyek penataan zona III kawasan Kayutangan Heritage oleh Pemkot Malang ini akan berlangsung hingga November 2022. Dalam penataan ini menghabiskan dana APBD sekitar Rp5,8 miliar.

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Berita Kayutangan HeritageBerita Kota Malang hari iniKayutangan HeritageKayutangan Heritage Kota MalangPedestrian KayutanganPenebangan pohonPenebangan pohon di Kayutangan HeritagePenebangan pohon di Kayutangan Heritage MalangPohon di Kayutangan HeritagePro kontra penebangan pohon di Kota Malang
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 3:34 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Warga Jalan Kalijudan gang 10, 12 dan 14, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Rabu (17/06/2026) sekitar pukul 00.30 WIB...

Jawa Timur.

Cuaca Cerah Dominasi Jawa Timur 17 Juni 2026, Aktivitas Luar Ruang Naik Signifikan

by Dwi Linda
17/06/2026 7:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Rabu (17/06/2026) didominasi kondisi cerah di sebagian besar wilayah, terutama kawasan perkotaan dan...

IKA PMII Kota Malang.

Jelang Muscab III, IKA PMII Kota Malang Rumuskan Arah Gerak Organisasi Kuatkan Fondasi

by Dwi Linda
16/06/2026 9:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kota Malang (IKA PMII Kota Malang) menggelar Kick Off Musyawarah Cabang (Muscab)...

Pendaki ilegal Gunung Semeru.

13 Pendaki Ilegal Gunung Semeru Ditangkap, Empat Orang Masih Dicari Sempat Kabur ke Kebun Warga

by Dwi Linda
16/06/2026 8:24 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengamankan 13 orang yang diduga melakukan pendakian ilegal...

Next Post
Kades Kabupaten Malang. (Foto: Aisyah Nawangsari/Tugu Malang)

3 Kades Kabupaten Malang Dilantik, Sanusi Target 3 Program Ini Cepat Terealisasi, Apa saja?

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID