• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi tips berkomunikasi dengan anak. (Foto: Pixabay)

Ilustrasi tips berkomunikasi dengan anak. (Foto: Pixabay)

7 Tips Membangun Komunikasi yang Baik dengan Anak

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in Tips, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Membangun komunikasi dengan anak itu gampang-gampang susah, ya. Terlalu kaku maupun lembut memiliki dampak tersendiri terhadap anak. Namun, kenyataannya banyak bagi sebagian orang tua yang cuek atau masa bodoh tentang hal itu. Padahal, bentuk komunikasi orang tua tentu memengaruhi perkembangan anak.

Lantas, bagaimana sebenarnya membangun komunikasi yang efektif?

You might also like

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

19/07/2026 12:53 PM
Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

19/07/2026 12:00 PM

Berikut beberapa tips membangun komunikasi yang baik dengan anak yang dikumpulkan dari berbagai sumber dan bisa diterapkan:

1. Dengarkan Anak

Ketika anak ingin ngobrol, yuk kita berhenti sebentar dari kegiatan yang sedang dilakukan. Karena, jika anda terus melakukan kegiatan, nanti akan berpikir bahwa kita tidak peduli terhadap mereka. Jangan sampai kita melewatkan perasaan khawatir dan ketakutan yang anak kita rasakan.

Tanpa disadari, mungkin kita hanya ingin didengar tanpa harus diberikan saran atau komentar. Untuk itu, kita harus ingat untuk lebih banyak mendengar.

2. Jangan Teriak dan Marah pada Anak

Penting sekali anak tahu kalau kita marah atas kesalahan yang dia lakukan. Tapi sebaiknya jangan diekspresikan dengan berteriak atau berkata dengan keras. Ketimbang begitu, akan lebih baik mengajak anak berdiskusi, dan memberi tahu kesalahannya.

3. Berikan Solusi Jika Anak Ada Masalah

Bila anak-anak menceritakan semua hal yang mereka alami atau rasakan, seharusnya merasa lega setelahnya. Bukan sebaliknya, malah merasa bersalah. Mereka akan merasa bersalah ketika anda langsung menghakimi anak tanpa melihat persoalan dari berbagai sudut pandang. Baiknya tawarkan kepada anak anda bahwa tiap ada persoalanya pasti ada solusinya

4. Hindari Pertanyaan Beruntun

Ketika anak anda sedang membicarakan masalahnya dengan Anda, upayakan untuk tidak mengambil alih obrolannya. Meskipun mungkin topiknya mengecewakan. Sebaiknya tanya dulu secara perlahan. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Lalu Anda bertanya ke anak Anda terkait bagaimana solusi yang bisa dilakukan. Nah, di sinilah anda bisa berperan untuk membantu mengarahkan anak untuk mendapatkan solusi terbaik.

5. Jangan Pernah Malu Minta Maaf ke Anak

Jika anda berbuat kesalahan di depan anak, yuk segera katakan maaf! Akui bahwa Anda juga manusia dan bisa membuat kesalahan. Karena alasan gengsi Anda malas minta maaf dan malah mencari kambing hitam. Jika ini masih dilakukan, yuk segera buang kebiasaan buruk ini. Soalnya anak akan belajar dari hal-hal yang Anda lakukan.

6. Berikan Kata-kata yang Memotivasi

Buatlah mereka merasa aman dan berikan anak kebebasan penuh untuk berkarya sesuai keinginan mereka. Teruslah memotivasi apapun hal baik yang mereka lakukan.

7. Cintai Mereka Tanpa Syarat

Katakan pada anak-anak bahwa anada mencintai mereka. Jadi saat berbicara dengan anak, jangan hanya membahas hal-hal seputar sekolah, nilai, dan aktivitas lainnya. Anda perlu menggali perbincangan dengan anak lebih dalam, bahkan yang sifatnya pribadi sekalipun.

Ciptakan percakapan yang membuat anak berpikir, libatkan anak dalam memilih sesuatu misalnya, ketika memilih warna cat kamar anak. Melatih berpikir kritis anak bisa dimulai sejak dini dengan hal sederhana, hal ini juga membuat anak merasa bahwa pendapatnya diperlukan.

Dikutip dalam haibunda.com Psikolog Elly Risman, Psi, menuturkan dirinya masih kerap menjumpai orang tua yang mengabaikan cara komunikasi yang baik pada anak.

Bentuk komunikasi negatif yang sering ditemukan adalah memanggil anak dengan panggilan negatif, menggunakan nada bicara tinggi memerintah dan tak memberikan waktu untuk mendengar anak.

“Secara teori kalau kita ngomong seperti itu akan melemahkan konsep diri, membuat anak diam, melawan, menentang, tidak peduli, dan sulit bekerja sama. Lalu ada yang kita curi dari anak kita juga yaitu kebiasaan berpikir, memilih, dan mengambil keputusan,” kata Elly.

Untuk mencegah hal tersebut maka Elly menyarankan agar orang tua mulai memerhatikan cara berkomunikasi dengan anak. Turunkan frekuensi bicara dan perhatikan juga bahasa tubuh anak. (Moch Abdurrochim/gg)

Redaksi

Redaksi

Related Stories

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

by Dwi Linda
19/07/2026 12:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan. Yonna Divanka Yuanvanelli, mahasiswa UM Program...

Peneliti UM.

Peneliti UM Kembangkan EL-PBL, Inovasi Pembelajaran IPA Bikin Siswa Lebih Kreatif dan Semangat Belajar

by Dwi Linda
19/07/2026 11:05 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan inovasi pembelajaran berupaya menciptakan suasana belajar IPA yang lebih menyenangkan...

LPPM UM.

LPPM UM Gelar Pelatihan Pembuatan Tepache, Mahasiswa Belajar Olah Limbah Kulit Nanas Jadi Minuman Fungsional

by Dwi Linda
19/07/2026 10:20 AM
0

MALANG, Tugujatim.id - Pusat Kesehatan dan Pangan Lembaga Penelitian dan Pendidikan Kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (LPPM UM) menggelar kegiatan...

Next Post
Rumah mbak Sarimin yang dulu terletak di tengah hutan dan tidak memiliki sumber air bersih. (Foto: Dokumen/Sumber Penceng)

25 Tahun Huni Rumah di Tengah Hutan, Warga Bojonegoro Ini Akhirnya Punya Rumah Layak Huni

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID