• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Penjual nasi karak. (Foto: Kemenag/Tugu Jatim)

M. Ilyas, penjual nasi karak asal Kabupaten Pasuruan, yang bisa naik haji tahun ini. (Foto: Kemenag)

Kisah Inspiratif Bapak Penjual Nasi Karak asal Pasuruan, Bisa Berangkat Haji meski Sering Diremehkan Tetangganya

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Sering diremehkan tetangga, membuat penjual nasi karak asal Kabupaten Pasuruan ini tidak pernah patah semangat untuk menggapai impiannya naik haji ke Tanah Suci. Berbekal kegigihannya dalam mengumpulkan pundi-pundi tabungan selama belasan tahun, Muhammad Ilyas, penjual nasi karak, ini akhirnya bisa berangkat haji tahun ini.

Warga Kecamatan Wonorejo ini masuk dalam kloter 17 dari rombongan haji Kabupatan Pasuruan tahun 2022. Ilyas, sapaan akrabnya, mengaku sudah dari kecil dirinya hidup dalam kondisi pas-pasan. Dilahirkan dari keluarga yang kondisi ekonominya menengah ke bawah, membuat dirinya kerap diremehkan tetangga sekitarnya.

You might also like

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

21/07/2026 8:30 PM
Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

21/07/2026 7:17 PM

“Dari umur 4 tahun, saya sudah ditinggalkan bapak. Saya ini masuk warga golongan kelas bawah. Kalau di kampung, dulunya saya diremehkan,” ujar Ilyas dikutip dari laman Jatim.Kemenag.go.id.

Cemoohan dari para tetangga inilah yang justru jadi pelecut semangat bagi Ilyas untuk berusaha keras. Dia pun mulai merintis usaha jual beli nasi karaknya sejak 1995 atau 27 tahun silam. Dengan mengayuh sepeda onthel, Ilyas berjualan nasi karak dari rumah ke rumah.

“Awal memulai usaha, saya beli karak harganya masih Rp500 per kilo. Kemudian saya jual lagi Rp1.000 per kilo,” imbuhnya.

Meski penghasilannya tidak seberapa, penjual karak asal Wonorejo ini tetap yakin bahwa rezekinya sudah diatur Allah SWT. Ilyas menceritakan pernah suatu ketika dirinya berjualan karak, salah satu pelanggannya sedang butuh pengisi ceramah. Karena tahu bahwa Ilyas mempunyai kemampuan ceramah dan suaranya merdu, pelanggannya itu mengajaknya. Semenjak itu, dia punya penghasilan tambahan dari undangan ceramah dan hajatan.

“Akhirnya saya diundang ke acara tasyakurannya. Dari sanalah orang-orang jadi tahu kalau saya bisa dakwah dan nada,” ungkapnya.

Jerih payahnya berjualan jualan karak sambil sesekali mengisi ceramah dengan sabar ditabungnya untuk berangkat haji. Menurut Ilyas, awalnya dirinya ragu mendaftar haji karena uangnya pas-pasan. Dia hanya punya uang tabungan senilai Rp5 juta. Namun, bermodal nekat, dia mendaftar haji lewat program dana talangan pada 2011 lalu.

“Saat itu uang saya tidak banyak, belum cukup buat daftar haji. Tapi, saya pingin sekali untuk naik haji,” ucapnya.

Setelah pengajuan dana talangan hajinya disetujui, Ilyas dengan gigih menyicil biaya hajinya ke bank. Bak pepatah, tiada usaha yang mengkhianati hasil, keinginan Ilyas berangkat ke Tanah Suci akhirnya terkabul pada 2022. Meski nanti sudah mendapat gelar haji, Ilyas mengaku masih nyaman dengan pekerjaannya sebagai penjual nasi karak.

“Insyaa Allah sepulang haji, saya tetap berjualan karak,” ujarnya.

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Kabupaten Pasuruan hari inikisah inspiratifkisah inspiratif jamaah haji PasuruanKisah penjual nasi karak di Pasuruan naik hajiPasuruan hari iniPenjual nasi karakPenjual nasi karak di PasuruanPenjual nasi karak naik haji
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Next Post
hujan. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)

BMKG Jelaskan Alasan Bulan Juni Masih Sering Hujan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID