• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
hujan. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)

Ilustrasi hujan. (Foto: Pexels)

BMKG Jelaskan Alasan Bulan Juni Masih Sering Hujan

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Pada pertengahan Juni 2022, beberapa wilayah di Indonesia masih mengalami hujan dengan intensitas tinggi. Lantas mengapa hujan masih kerap terjadi di waktu yang seharusnya sudah memasuki musim kemarau?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, jika secara global, La Nina Moderate masih menjadi salah satu penyebab tingginya curah hujan. Fenomena ini berdampak pada kenaikan intensitas hujan dan dapat memicu kejadian bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

You might also like

Muktamar

Sukseskan Muktamar ke-35 NU, IKABU Siapkan 50 Mobil Penjemputan Muktamirin

20/07/2026 10:15 AM
Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur 20 Juli 2026 Berubah Drastis, Kabut Pekat hingga Hujan Mengintai Aktivitas Warga

20/07/2026 8:41 AM

Prakirawan BMKG Dea Nurina Bestari menyebut, selain La Nina, tingginya curah hujan juga dipengaruhi dinamika atmosfer harian yang labil dan dapat meningkatkan potensi awan hujan.

Faktor yang Memengaruhi Tingginya Curah Hujan:

1. Masih hangatnya suhu muka laut di beberapa wilayah di Indonesia dibanding normalnya, ditandai dengan anomali suhu muka laut positif.

“Kondisi ini akan mendukung peningkatan suplai uap air sebagai peningkatan sumber pembentukan awan hujan,” katanya dikutip dari YouTube BMKG, Sabtu (18/06/2022).

Selain itu, masih tingginya kelembapan udara di sekitar wilayah Indonesia akan semakin mendukung pertumbuhan awan hujan yang intens.

2. Aktifnya fenomena Madden Jullian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuatorial, dan juga Gelombang Kelvin di wilayah Indonesia. Artinya, fenomena dinamika atmosfer yang mengindikasikan adanya potensi pertumbuhan awan hujan dalam skala yang luas di wilayah aktif yang dilewatinya.

Fenomena MJO dan Gelombang Kelvin bergerak dari arah Samudera Hindia ke arah Samudera Pasifik melewati wilayah Indonesia dengan siklus bulanan pada wilayah MJO dan siklus mingguan pada Gelombang Kelvin.

“Sebaliknya, fenomena gelombang Rossby Ekuatorial bergerak dari arah Samudera Pasifik ke Samudera Hindia dengan melewati wilayah Indonesia yang memiliki siklus mingguan,” lanjut Dea.

Sama halnya dengan MJO maupun Kelvin, ketika gelombang Rossby Ekuatorial aktif di wilayah Indonesia, maka akan berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

3. Terbentuknya pola-pola pusaran angin di perairan barat Sumatera dan di wilayah sekitaran Kalimantan yang membentuk daerah belokan atau daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin atau disebut konfergensi.

“Gangguan atmosfer ini akan membantu proses pengangkatan uap air sebagai sumber pembentukan awan. Jadi, daerah di sekitar lokasi gangguan atmosfer tersebut akan memiliki potensi pertumbuhan awan hujan yang cukup besar,” ujar Dea.

 

Baca Juga:

Prakiraan Musim Kemarau 2022 di Bojonegoro, Berikut Rinciannya!

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: BMKGcurah hujancurah hujan tinggihujanmusim hujanPenyebab hujan di bulan Juni 2022Perkiraan hujan di Indonesia
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Muktamar

Sukseskan Muktamar ke-35 NU, IKABU Siapkan 50 Mobil Penjemputan Muktamirin

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 10:15 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Ikatan Keluarga Alumni Bahrul Ulum (IKABU) Tambakberas menyiapkan 50 unit mobil Toyota Innova untuk mendukung pelaksanaan Muktamar...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur 20 Juli 2026 Berubah Drastis, Kabut Pekat hingga Hujan Mengintai Aktivitas Warga

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 8:41 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Senin (20/07/2026) menunjukkan variabilitas yang signifikan, dengan kemunculan kabut tebal hingga hujan sedang...

Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

by Dwi Linda
19/07/2026 2:05 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kembali menerima penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Next Post
Ternak. (Foto: Pemkab Kediri/Tugu Jatim)

Diperketat Mas Dhito, Lalu Lintas Ternak Harus Kantongi Surat Keterangan Sehat

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID