• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ganti rugi. (Foto: Pemkab Pasuruan/Tugu Jatim)

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat meninjau vaksinasi sapi di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (25/06/2022). (Foto: Pemkab Pasuruan)

Wacana Ganti Rugi Sapi Mati Akibat PMK, Kepala BNPB: Prioritaskan Peternak Kecil

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Pemerintah pusat tengah mewacanakan ganti rugi sapi mati akibat penyakit mulut dan kuku (PMK). Dalam wacana tersebut, pemerintah pusat tengah menyiapkan alokasi dana untuk ganti rugi sapi mati karena dimusnahkan akibat PMK, termasuk di Kabupaten Pasuruan.

Berdasarkan hasil rapat internal yang digelar sejumlah kementerian bersama Presiden Jokowi terkait penanganan PMK, dinyatakan jika besaran uang ganti rugi yang disiapkan untuk peternak berkisar Rp10 juta per ekor. Meski begitu, tidak serta merta semua peternak yang sapinya mati dan dimusnahkan akibat PMK akan dapat ganti rugi.

You might also like

Jawa Timur.

Kabut dan Udara Kabur Mendominasi, Waspadai Jarak Pandang di Jawa Timur 4 Juni 2026

04/06/2026 8:23 AM
BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

03/06/2026 10:41 PM

Menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, wacana ganti rugi ternak yang mati akibat PMK hanya diprioritaskan bagi peternak skala kecil. Hal ini disampaikan Suharyanto saat meninjau pelaksanaan vaksinasi sapi perah milik KPSP Setia Kawan Nongkojajar di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Sabtu siang (25/06/2022).

“Memang ganti rugi sudah diwacanakan. Tapi, prioritasnya untuk peternak kecil yang punya 1-3 ekor ternak saja. Karena hidupnya sangat tergantung pada sapi yang mati tersebut,” ujar Suharyanto.

Ganti rugi. (Foto: Pemkab Pasuruan/Tugu Jatim)
Kunjungan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (25/06/2022). (Foto: Pemkab Pasuruan)

Dia meminta Pemerintah Kabupaten Pasuruan agar segera melakukan percepatan pendataan jumlah sapi yang mati dan dimusnahkan akibat PMK. Termasuk utamanya mendata secara rinci siapa saja peternak skala kecil yang roda perekonomiannya terdampak parah akibat ternak-ternaknya yang mati.

“Saya minta segera didata dan dilaporkan secepatnya,” tegasnya.

Selain itu, ketua Satgas Pusat Penanggulangan PMK ini mengimbau para peternak agar tidak panik karena vaksin sudah mulai didistribusikan. Para peternak dan Satgas PMK daerah diminta bekerja sama dalam memantau ternak-ternak yang sakit sehingga tidak berdampak pada kelangkaan kebutuhan daging di pasaran.

“Semuanya jangan panik supaya sapi-sapi kita terjaga. Segera lapor kalau ternak ada gejala. Sedini mungkin dijaga makan minumnya, termasuk mobilisasi sapi,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan Mujib Imron menjelaskan, wabah PMK sangat berdampak pada anjloknya produksi susu di Kabupaten Pasuruan. Menurut Gus Mujib, sebelumnya satu koperasi besar bisa memproduksi antara 125-130 ton per hari. Setelah adanya PMK, produksi susu menurun hingga sebanyak 100 ton.

“Karena 30 persen populasi sapi perah Jawa Timur ada di Kabupaten Pasuruan, kami sampaikan jika di sini dapat jadi prioritas penanganan PMK dalam hal vaksinasi, bantuan obat-obatan, dan vitamin ternak,” ujarnya.

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Akibat wabah virus PMKBadan Nasional Penanggulangan BencanaBerita sapi mati terserang virus PMK di Kabupaten PasuruanBNPBBNPB wacanakan ganti rugi peternak kecilGanti rugiHewan ternak diserang virus PMKKabupaten PasuruanPasuruan hari iniPemusnahan sapi mati akibat PMKPenyebaran PMK di Kabupaten PasuruanPeternak kecil dapat ganti rugiWacana ganti rugi sapi matiWacana ganti rugi sapi mati positif PMK
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Jawa Timur.

Kabut dan Udara Kabur Mendominasi, Waspadai Jarak Pandang di Jawa Timur 4 Juni 2026

by Dwi Linda
04/06/2026 8:23 AM
0

Tugujatim.id - Prakiraan cuaca Jawa Timur untuk Kamis (04/06/2026) menunjukkan dominasi kabut, udara kabur, dan kondisi berawan di banyak wilayah,...

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 10:41 PM
0

Tugujatim.id - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus...

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 8:13 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih bertahan tinggi usai Hari Raya Iduladha 2026. Di sejumlah pasar...

Semeru

Pendaki Semeru Terjatuh Saat Lewat Jalur Ilegal, Evakuasi Terkendala Medan Curam

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pendaki Semeru kembali memakan korban. Seorang pendaki dilaporkan terjatuh di lereng Gunung Semeru usai nekat melintas melalui...

Next Post
Kebakaran bengkel. (Foto: Rahman Hakim/Tugu Jatim)

Kebakaran Bengkel di Simo Gunung Barat Surabaya Bikin si Jago Merah Lahap Habis Lantai 2

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID