• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sekolah daring atau online di Kampoeng Dolanan, Surabaya. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim) wifi gratis

Sekolah daring atau online di Kampoeng Dolanan, Surabaya. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Kampoeng Dolanan Surabaya Sediakan WiFi Gratis untuk Sekolah Online Anak-Anak

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Komunitas Kampoeng Dolanan Surabaya membuat inovasi untuk membantu hiruk-pikuk akses pendidikan yang muncul di perkampungan Surabaya. Selain mendidik anak-anak melalui permainan tradisional, Kampoeng Dolanan menyediakan WiFi gratis yang bisa dipakai anak-anak mengikuti sekolah online di tengah pandemi COVID-19.

Mustofa, pendiri Kampoeng Dolanan menjelaskan tujuannya untuk membantu anak-anak yang tidak memiliki akses internet, agar anak-anak peduli pada pendidikan.

You might also like

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

21/07/2026 8:30 PM
Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

21/07/2026 7:17 PM

“Iya mas, tujuannya untuk anak-anak agar bisa mengikuti pembelajaran online. WiFi gratis ini saya buka pada hari Senin, Rabu dan Jumat. Sudah berjalan satu bulan. Untuk hari Jumat ini masih pertama, sebelumnya hanya Senin saja. Saya masih lihat bagaimana aktivitas sekolah anak-anak hari ini,” jelas Mustofa, akrab disapa Cak Mus pada Tugu Jatim, Jumat (22/01/2021).

Kampoeng Dolanan sudah berdiri 4 tahun, terhitung sejak 2016. Sebelumnya, murni menggunakan anggaran pribadi Cak Mus. Namun semakin lama, Cak Mus ingin komunitas ini memiliki pendapatan sendiri, melalui berbagai UMKM dan usaha yang dijalankan oleh orang-orang kampung tersebut.

Ketika memasang WiFi, Cak Mus sempat mendapatkan dua opsi. Yaitu memasang WiFi kabel fiberoptic atau WiFi portable. Setelah memperhitungkan jumlah anggaran yang diperlukan dalam pemasangan, Cak Mus memilih menggunakan WiFI portable.

“Kalau saya pertimbangkan harganya mas, pemasangan WiFi kabel fiberoptik lebih mahal di pembelian kabel, jadi tergantung seberapa panjang yang bisa dipasang. Dulu kalau saya hitung sampai Rp 400 ribu, itu kabel saja. Kalau sama internet bulanan sendiri Rp 300 ribu, totalnya sekitar Rp 700 ribu awal masang. Kalau WiFI portable awal beli juga agak mahal, tapi bulanannya lebih murah,” jelas Cak Mus tentang pemasangan WiFi Portable, Jumat (22/01/2021).

Pada hari aktif sekolah, Senin dan Rabu, anak-anak yang memakai fasilitas WiFi gratis dari Kampoeng Dolanan ada sekitar 10-15 anak. Mereka semua memanfaatkan untuk mengikuti kelas online dari sekolah dan guru mata pelajaran masing-masing. Sehari kuota yang terpakai untuk sekolah online anak-anak mencapai 10GB.

“Rata-rata sehari terpakai 10GB. Kalau WiFi portable ini ada kuotanya mas, kalau per bulan biasanya saya sediakan 260GB, itu kadang masih tersisa. Jadi sangat cukup untuk memfasilitasi anak-anak untuk mengikuti sekolah online,” lanjut Cak Mustofa yang merupakan alumni Intitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tersebut, Jumat (22/01/2021).

Anak-anak kampung sangat terbantu dengan adanya WiFi gratis ini. Ada sebagian orang tua yang mendukung dan meminta anaknya untuk datang di Kampong Dolanan untuk memanfaatkan fasiltas WiFi gratis untuk sekolah online. Tentu, amat meringankan pengeluaran orang tua dalam pembelian paket data internet anaknya.

“Supaya mereka memiliki kepedulian dengan pendidikan. Setelah mereka selesai mengikuti sekolah online, sore harinya kami ajak mereka bermain. Terlepas dari kegiatan yang diadakan karang taruna, yang penting anak-anak bisa berkumpul dan saling belajar,” pungkas Cak Mus yang mengenakan kaos hijau lengan panjang, celana khas pendaki dan mengalungkan kamera Mirrorless. (Rangga Aji/gg)

Tags: Kota Surabayasekolah daringsekolah onlineSurabaya
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Next Post
Banjir di Kota Malang yang terjadi Selasa (5/1/2021) sore. (Foto: Dokumen Tugu Malang/Tangkapan Layar)

Malang Kerap Banjir, Wali Kota Sutiaji Terbitkan SE Wajib Buat Sumur Resapan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID