• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Alat screening Covid-19 bernama i-nose c-19. (Foto:Humas ITS Surabaya/Tugu Jatim)

Alat screening Covid-19 bernama i-nose c-19. (Foto:Humas ITS Surabaya/Tugu Jatim)

Membandingkan Cara Deteksi Corona: “i-nose c-19” dari ITS dengan “GeNose” dari UGM

Dua Teknologi Pendeteksi COVID-19 yang Saling Melengkapi

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta punya alat bernama GeNose yang mampu deteksi COVID-19 dari hembusan nafas. Lalu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya juga punya alat yang bisa mendeteksi COVID-19 dari bau keringat di ketiak. i-nose c-19, begitulah alat ini disebut.

Lantas, mana yang lebih unggul antara dua alat screening COVID-19 ini?

You might also like

SPPG di Blitar.

IPAL Bermasalah, 28 SPPG di Blitar Dihentikan Sementara oleh BGN

05/06/2026 11:48 PM
Rektor Unikama.

Pengukuhan Guru Besar Rektor Unikama, Angkat Riset Evolusi Teknologi AI Ubah Wajah Pendidikan Signifikan

05/06/2026 11:33 PM

Prof Drs Ec Ir Riyanarto Sarno MSc PhD, penggagas teknologi bernama i-nose c-19 dari ITS menyatakan bahwa sebenarnya setiap penemuan tersebut saling melengkapi satu sama lainnya.

Alat deteksi COVID-19 dari bau nafas bernama GeNose buatan UGM. (Foto: Dokumen/UGM)
Alat deteksi COVID-19 dari bau nafas bernama GeNose buatan UGM. (Foto: Dokumen/UGM)

“Kalau secara prinsip, saling melengkapi. Tujuan penelitian itu punya kelebihan masing-masing. Kalau i-nose c-19 semua sudah satu alat, tidak menggunakan laptop lagi. Bisa pakai adaptor dan baterai. Terkoneksi dengan cloud computing, nanti ada modem dan bisa terkoneksi. Sertifikat bisa langsung dikirim ke WhatsApp dan ada QR Code, lebih praktis,” jelas Prof Riyan pada Tugu Jatim melalui sambungan telepon, Jumat (22/01/2021).

Selain itu, Prof Riyan kembali menjelaskan mengenai i-nose c-19 agar lebih mengetahui perbedaan dengan GeNose yang digagas oleh akademisi UGM Yogyakarta. Prof Riyan menyampaikan bahwa GeNose  menggunakan sampel nafas, i-nose memakai sampel keringat bau ketiak yang limbahnya tidak menular.

“Yang satu (GeNose dari UGM, red) sampling melalui nafas. Sedangkan, i-nose pakai bau keringat ketiak. Itu yang membedakan. Kemudian, i-nose ini dilengkapi data enrty pakai KTP ditempelkan, datanya masuk. Sinyal sampling dimulai, nanti dari bau ada sinyal listrik, nanti diproses oleh Artificial Intellegence (AI). Nanti ada hasilnya, positif COVID-19 atau negatif COVID-19,” terang Guru Besar ITS Surabaya tersebut.

Ada yang membuat i-nose c-19 lebih portable dibawa ke mana-mana. Yaitu, semua proses yang dilakukan hanya menggunakan satu alat, semua sudah menjadi satu dalam i-nose c-19, mulai dari scan identitas KTP, proses sampling hingga mengeluarkan hasil screening COVID-19. Sehingga lebih praktis.

Berikutnya, Prof Riyan juga menekankan sampel yang dipakai i-nose c-19 ini dari bau keringat ketiak yang aman, tidak menular (non-infectious). Sehingga limbah hasil screening aman dan tidak menularkan COVID-19 ada orang lain yang menggunakan teknologi ini.

“Lewat keringat itu tidak menular. Artinya nanti limbah keluar yang terbuang dari alat itu, aman, tidak mengandung virus COVID-19,” pungkas Prof Riyan pada Tugu Jatim mengenai perbedaan i-nose c-19 dan GeNose yang merupakan teknologi menarik dan membantu memudahkan screening COVID-19. (Rangga Aji/gg)

Tags: ITSkampusKota SurabayapendidikanSurabayaUGMYogyakarta
Redaksi

Redaksi

Related Stories

SPPG di Blitar.

IPAL Bermasalah, 28 SPPG di Blitar Dihentikan Sementara oleh BGN

by Dwi Linda
05/06/2026 11:48 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Sebanyak 28 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Blitar Raya...

Rektor Unikama.

Pengukuhan Guru Besar Rektor Unikama, Angkat Riset Evolusi Teknologi AI Ubah Wajah Pendidikan Signifikan

by Dwi Linda
05/06/2026 11:33 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Pengukuhan Rektor Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) Prof Dr Sudi Dul Aji MSi menjadi guru besar dengan...

Sekolah Rakyat Kota Blitar.

Sekolah Rakyat Kota Blitar Bakal Tampung 150 Siswa “Titipan” dari Malang dan Batu

by Dwi Linda
05/06/2026 9:31 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasional Sekolah Rakyat (SR) berbasis asrama di Kota Blitar dijadwalkan mulai berjalan pada Juli atau Agustus 2026....

Jemaah haji asal Malang.

Proses Pemulangan, 2 Jemaah Haji asal Malang Meninggal saat Tiba di Bandara Juanda Surabaya

by Dwi Linda
06/06/2026 5:34 AM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Seorang jemaah haji asal Kota Malang, Jawa Timur, dilaporkan meninggal dunia saat tiba di Bandara Internasional Juanda...

Next Post
Taman Gajah Bolong yang diresmikan oleh Bupati Anna Muawanah, Jumat (22/1/2021). (Foto: Mila Arinda)

Taman Gajah Bolong, Ruang Terbuka Hijau Baru Milik Warga Bojonegoro

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID