• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Acara Mengenal Batik sebagai Budaya Asli Indonesia Pondasi X Batik Sakera yang digelar di Jakarta, Sabtu (3/09/2022).

Acara Mengenal Batik sebagai Budaya Asli Indonesia Pondasi X Batik Sakera yang digelar di Jakarta, Sabtu (3/09/2022). (Foto: Dokumen/Kholili)

Batik Sakera Kenalkan Batik Madura ke Mahasiswa IPB University

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Beberapa negara di Asia Tenggara dan China memiliki kain batik, tetapi yang diakui dunia melalui UNESCO (The United Nations Educational Scientific and Cultural Organization) adalah batik Indonesia sebagai warisan dunia. Demikian penyampaian CEO Batik Sakera, Suci Wijayanti, dalam acara pengenalan batik Madura yang digelar oleh Pondok Inspirasi bersama Batik Madura di Jakarta, Sabtu (3/09/2022).

Dalam acara bertajuk Worshop Batik Sakera itu, Suci, panggilan akrabnya, memaparkan bahwa batik yang diakui oleh UNESCO adalah batik Indonesia yang diproduksi menggunakan canting tulis dan canting cap yang sebelumya sudah diberi malam panas.

You might also like

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

21/07/2026 8:30 PM
Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

21/07/2026 7:17 PM

“Tidak ada yang namanya batik print, atau batik-batik lain yang diproduksi selain memakai malam panas dan menggunakan canting tulis maupun canting cap,” papar dia sambil menunjukkan beberapa koleksi batik tulis khas Madura miliknya.

Selain itu, perempuan yang memiliki 2 anak tersebut menjelaskan bahwa beberapa negara memiliki kain batik. Namun UNESCO sangat jelas menyatakan bahwa batik Indonesialah yang mendapatkan pengakuan internasional sebagai warisan dunia.

“Malaysia, Thailand, dan Cina juga punya batik. Tapi yang diakui oleh UNESCO hanyalah batik Indonesia karena dari kecil sampai mati, batik sangat dekat dengan budaya Indonesia,” imbuh dia dalam acara yang dilakukan di  kantor PT Paragon Technology and Innovation, Jakarta Selatan.

Dia juga menambahkan bahwa beda daerah, beda pula corak atau motifnya. Lebih jauh lagi, dia menjelaskan bahwa corak atau motif tersebut memiliki makna yang sangat mendalam. Contohnya, Batik Madura memiliki motif khas berupa beras tumpah, ayam jago, dan dedaunan. Ketiga motif tersebut sangat erat dengan Keraton Sumenep.

Sejauh ini, produktifitas pengrajin batik di Indonesia masih sangat besar. Tak tanggung-tanggung, para pengrajin batik di Madura saja bahkan bisa memproduksi hingga 1.000 lembar kain batik tulis hanya dalam 1 bulan.

Sehingga, menurut penuturan Suci, ketika pandemi Covid-19 pun pihaknya masih dapat mengirimkan pesanan batik karena setok penyimpanan yang masih banyak.

“Alhamduillahnya pesanan yang masuk di Batik Sakera masih bisa dipenuhi oleh para pengrajin kami di Madura. Bahkan waktu pandemi kemarin, kami sempat kelebihan setok sehingga meskipun sedang tidak produksi, transaksi tetap berjalan lancar,” jelas perempuan lulusan pesantren sekaligus lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Untuversitas Terbuka Surabaya itu.

ec9e2b16 fa5d 48d1 b095 1c9de45c6061
CEO Batik Sakera, Suci Wijayanti, saat menyampaikan materi Mengenal Batik sebagai Budaya Asli Indonesia Pondasi X Batik Sakera yang digelar di Jakarta, Sabtu (3/09/2022). (Foto: Dokumen/Kholili)

Namun, masih kata Suci, yang menjadi perhatian bersama adalah rentang usia pengrajin batik saat ini masih didominasi oleh orang-orang tua. Sehingga diperlukan adanya penyuluhan dan pengedukasin batik kepada generasi muda agar batik tetap lestari. Hal itulah yang saat ini juga sedang diterapkan oleh Suci kepada para pengrajin batiknya di Madura.

“Saat ini yang dibutuhkan untuk meregenerasi pengrajin batik adalah adanya ekosistem yang mendukung para pengrajin batik itu sendiri. Sehingga dengan sendirinya akan muncul generasi-generasi muda yang fokus untuk meneruskan dan melestarikan kerajinan batik. Hal itulah yang saat ini saya usahakan bisa berjalan di Madura,” pungkasnya.

Untuk itu, dalam waktu dekat ini dia akan membuat sanggar pelatihan pembuatan batik di Jakarta. Sehingga nantinya semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk melestarikan batik.

Workshop Batik Sakera ini dihadiri oleh para mahasiswa IPB University yang tergabung dalam Komunitas Pondok Inspirasi.

Tags: Batik MaduraBatik SakeraBatik Warisan DuniaIPB UniversityPondok Inspirasi
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Next Post
Seorang pengemudi angkutan umum di Kota Batu tengah mangkal di Terminal Batu.

Tarif Angkot di Kota Batu Naik, Imbas Naiknya Harga BBM

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID