• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
BAB sembarangan. (Foto: Dok Diskominfo Kota Surabaya/Tugu Jatim)

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Nanik Sukristina. (Foto: Dok Diskominfo Kota Surabaya)

Target 51 Kelurahan Stop BAB Sembarangan, Dinkes Kota Surabaya Sosialisasi Jamban Sehat

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Dinas Kesehatan Kota Surabaya menargetkan 51 kelurahan bisa stop buang air besar sembarangan (BABS) sampai akhir 2022. Karena larangan BAB sembarang, dinkes gencar giat sosialisasi pentingnya jamban sehat.

Kadinkes Surabaya Nanik Sukristina mengatakan, sampai saat ini ada 82 kelurahan yang sudah ODF (open defection free, red) per September 2022. Data tersebut diharapkan bertambah seiring sosialisasi dampak BAB sembarangan oleh dinkes.

You might also like

Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

17/06/2026 3:34 PM
Jawa Timur.

Cuaca Cerah Dominasi Jawa Timur 17 Juni 2026, Aktivitas Luar Ruang Naik Signifikan

17/06/2026 7:00 AM

“Di setiap kelurahan di Surabaya melalui puskesmas tidak kurang-kurangnya kami lakukan sosialisasi dari dampak kesehatan BAB sembarangan dan pentingnya jamban sehat,” katanya saat dikonfirmasi Tugu Jatim pada Sabtu (24/09/2022).

Untuk diketahui, Kecamatan Tenggilis Mejoyo merupakan wilayah yang tercatat terendah dalam kasus BABS, sementara Kecamatan Semampir menjadi yang paling tinggi.

Dia melanjutkan, jika sistem monitoring ODF di setiap kelurahan dimulai dari identifikasi rumah yang masih melakukan BABS melalui Kader Surabaya Hebat (KSH). Selanjutnya hasil identifikasi tersebut diverifikasi BABS oleh puskesmas, kelurahan, dan kecamatan. Hasilnya akan dikoordinasikan dan disinkronkan dengan OPD (organisasi perangkat daerah) terkait yang memiliki program pembangunan jamban sehat.

Seperti halnya dinas lingkungan hidup (DLH), dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman serta pertanahan (DPRKPP), dan dinas sumber daya air dan bina marga (DSDABM).

“Pernah saat pengecekan ternyata masih ada rumah yang saluran pembuangan BAB-nya langsung ke selokan atau sungai,” jelasnya.

Perilaku BABS yang dilakukan masyarakat bukan tanpa sebab. Nanik menyebut beberapa faktor yang memengaruhi. Di antaranya faktor ekonomi, keterbatasan lahan, demografi (rumah yang berada di sepanjang aliran sungai ditemukan BABS karena saluran pembuangan tinja dialirkan ke sungai), dan sosial budaya (BABS sudah dilakukan turun temurun).

“Faktor keterbatasan lahan di sini yang paling dominan. Jumlah rumah melakukan BABS yang menempati lahan bukan miliknya ada sebanyak 66,29 persen,” ucapnya.

Nanik juga menyebut, dampak yang ditimbulkan dari perilaku BABS ada berbagai macam. Mulai dari pencemaran air dan tanah, gangguan status kesehatan masyarakat sekitar, hingga timbulnya beberapa penyakit.

“Dalam konteks ini ada dampak yang ditimbulkan yaitu kerentanan terhadap beberapa penyakit. Seperti penyakit diare, disentri, typus, kolera, cacingan, dan hepatitis,” terangnya.

Untuk ke depan dalam percepatan wilayah ODF ini, Nanik berharap ada penerbitan SE dari Wali Kota tentang Percepatan Kelurahan ODF. Selain itu, juga melibatkan berbagai OPD terkait, pergururan tinggi, dan organisasi sosial dalam sosialisasi percepatan ODF dan dampak buruk BABS.

“Setiap kelurahan disebut ODF jika masyarakat di setiap KK bisa mengakses jamban sehat,” ujarnya.

 

Tags: BAB sembaranganBAB sembarangan di Kota SurabayaBerita BAB sembaranganBerita Kota Surabaya hari iniKelurahan stop BAB sembaranganKota Surabaya hari ini
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 3:34 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Warga Jalan Kalijudan gang 10, 12 dan 14, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Rabu (17/06/2026) sekitar pukul 00.30 WIB...

Jawa Timur.

Cuaca Cerah Dominasi Jawa Timur 17 Juni 2026, Aktivitas Luar Ruang Naik Signifikan

by Dwi Linda
17/06/2026 7:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Rabu (17/06/2026) didominasi kondisi cerah di sebagian besar wilayah, terutama kawasan perkotaan dan...

IKA PMII Kota Malang.

Jelang Muscab III, IKA PMII Kota Malang Rumuskan Arah Gerak Organisasi Kuatkan Fondasi

by Dwi Linda
16/06/2026 9:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kota Malang (IKA PMII Kota Malang) menggelar Kick Off Musyawarah Cabang (Muscab)...

Pendaki ilegal Gunung Semeru.

13 Pendaki Ilegal Gunung Semeru Ditangkap, Empat Orang Masih Dicari Sempat Kabur ke Kebun Warga

by Dwi Linda
16/06/2026 8:24 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengamankan 13 orang yang diduga melakukan pendakian ilegal...

Next Post
Mbah Nun. (Foto: Dok Riski/Tugu Jatim)

Pagelaran WaliRaja RajaWali di Surabaya, Mbah Nun: Bentuk Teater Doa dan Harapan Pemimpin Indonesia

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID