• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kepala Peneliti Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK), Anindito Aditomo. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim) ujian nasional, motivasi belajar, asesmen nasional

Kepala Peneliti Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK), Anindito Aditomo. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)

PSPK: Motivasi Belajar Itu untuk Mengembangkan Diri, Bukan Sekadar Nilai Ujian

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, Tugujatim.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana untuk menghapus Ujian Nasional (UN) yang lebih terkait tes evaluasi hasil akhir individu siswa, dengan sistem Asesmen Nasional yang mengukur sistem pendidikan secara menyeluruh. Lantas, banyak pihak kerap beranggapan dihapusnya UN membuat murid tidak termotivasi untuk belajar. Lalu, apa benar?

Kepala Peneliti Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK), Anindito Aditomo menilai bahwa motivasi belajar yang tepat sebenarnya lebih kepada pengembangan diri, bukan hanya sekadar nilai Ujian Nasional (UN).

You might also like

Sekolah Rakyat Kota Blitar.

Sekolah Rakyat Kota Blitar Bakal Tampung 150 Siswa “Titipan” dari Malang dan Batu

05/06/2026 9:31 PM
Jemaah haji asal Malang.

Proses Pemulangan, 2 Jemaah Haji asal Malang Meninggal saat Tiba di Bandara Juanda Surabaya

05/06/2026 8:00 PM

Meski demikian, ia tidak serta menyalahkan jika motivasi belajar karena ujian adalah hal yang salah. Hanya saja, jika motivasi belajar siswa didorong karena mengejar nilai yang sesaat, maka ia tidak akan siap untuk menghadapi dunia yang mendorong terus untuk belajar.

“Itu memang motivasi yang valid (motivasi belajar karena UN, red). Tetapi jika didorong karena itu, maka siswa tidak akan siap untuk belajar sepanjang hayat. Bahwa harus belajar karena untuk mengembangkan diri,” terang Anindito di diskusi publik secara virtual yang diadakan PSPK, Kamis (11/2/2021) sore.

Menurutnya, memang dorongan motivasi tersebut bisa dibagi menjadi dua, yakni motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Di mana dorongan karena mengejar nilai bagus saat ujian nasional masuk dalam kategori ekstrinsik.

“Ketika siswa belajar semata-mata hanya untuk mendapatkan sekolah tinggi, atau yang lebih parah lagi untuk menghindari skor rendah di Ujian Nasional, itu siswa belajar karena motivasi yang ekstrinsik. Sekali lagi, ini alasan yang valid, tetapi tentu ada banyak hal di luar yang harus kita capai,” bebernya.

Ia berharap, dengan adanya Asesmen Nasional yang menghapus UN tersebut sistem pendidikan di Indonesia bakal bisa lebih berpihak kepada anak. Yakni berpihak untuk tumbuh kembang dari para siswa agar mereka terus maju berdasarkan keunikan individu masing-masing.

“Jika siswa tidak dilatih untuk senang untuk mengembangkan dirinya, untuk senang belajar, atau motivasi instrinsik untuk menikmati proses belajar, maka dia sebenarnya handicap (merintangi diri sendiri, red) menghadapi masa depan yang tidak pasti,” terangnya.

Oleh karena itu, dengan adanya program Asesmen Nasional dari pemerintah, ia berharap jika guru bisa lebih berinovasi agar guru bisa mendorong semangat siswa untuk belajar secara mandiri dari faktor instrinsik mereka masing-masing.

“Memang tidak ada jalan pintas. Siswa harus tetap lulus ujian sekolah, dan itu dikembalikan ke bapak ibu guru (menumbuhkan motivasi belajar siswa, red). Artinya, bebannya ada di bapak dan ibu guru,” terangnya kepada 200-an peserta diskusi publik yang banyak dihadiri oleh guru dan kepala sekolah dari seluruh Indonesia tersebut. (Gigih Mazda/gg)

Tags: Asesmen NasionalbelajarKemendikbudmotivasiPSPKsekolahsiswaUjian Nasional
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Sekolah Rakyat Kota Blitar.

Sekolah Rakyat Kota Blitar Bakal Tampung 150 Siswa “Titipan” dari Malang dan Batu

by Dwi Linda
05/06/2026 9:31 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasional Sekolah Rakyat (SR) berbasis asrama di Kota Blitar dijadwalkan mulai berjalan pada Juli atau Agustus 2026....

Jemaah haji asal Malang.

Proses Pemulangan, 2 Jemaah Haji asal Malang Meninggal saat Tiba di Bandara Juanda Surabaya

by Dwi Linda
05/06/2026 8:00 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Seorang jemaah haji asal Kota Malang, Jawa Timur, dilaporkan meninggal dunia saat tiba di Bandara Internasional Juanda...

Wakapolres Blitar.

Wakapolres Blitar Diduga Aniaya Ajudan hingga Hidung Patah, Kapolres Buka Suara

by Dwi Linda
05/06/2026 7:21 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Publik heboh dengan beredarnya informasi dugaan tindak kekerasan yang melibatkan seorang perwira menengah di lingkungan Polres Blitar....

Desa Bulukerto.

Desa Bulukerto Wakili Kota Batu di Ajang Lomba Desa Se-Jatim, Ini Sederet Potensi dan Keunggulannya!

by Dwi Linda
05/06/2026 7:01 PM
0

BATU, Tugujatim.id - Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, terpilih mewakili Kota Batu mengikuti ajang Perlombaan Desa dan Kelurahan Provinsi Jawa Timur...

Next Post
Polres Malang berhasil mengindentifikasi mayat yang ditemukan di bekas mes PJB. Diduga korban pembunuhan. (Foto: Rap/Tugu Jatim)

Polres Malang: Mayat di Karangkates Itu Pemilik Warung

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID